width=

@dakitanewsSANDRA TRUK Jombang – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak), Rabu (19/11) malam. Dalam aksinya, mahasiswa menyandera mobil tangki milik PT Pertaminan yang sedang melintas di Jl Soekarno – Hatta atau depan SPBU Mojongapit Jombang.

Selanjutnya, para mahasiswa naik ke atas tangki tersebut guna melakukan orasi secara bergantian. Sedangkan mahasiswa lainnya membentang poster yang berisi tuntutan. Akibat aksi ini, Jalan Soekarno – Hatta yang notabene jalur propinsi macet hingga beberapa saat. Tak ayal, aksi dengan tuntutan menolak kenaikan harga BBM mendapat pengawalan ketat dari polisi.

Aksi mahasiswa HMI ini dimulai dari kampus Undar. Selanjutnya, puluhan mahasiswa ini bergerak ke kawasan simpang tiga yang yang berjarak hanya 100 meter dari kampus tersebut. Dalam orasinya, mahasiswa meminta agar Presiden Joko Widodo atau Jokowi membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM.

“Jika Jokowi tetap menaikkan harga BBM, maka pasangan Jokowi – JK harus turun. Karena kebijakan tersebut telah menyengsarakan rakyat. Jokowi – JK telah mengkhianati amanah rakyat. Batalkan kenaikan harga BBM, atau Jokowi turun dari kursi presiden,” ujar Kholiq, salah satu massa aksi.

Pada saat mahasiswa melakukan orasi, tiba-tiba melintas mobil tangki bertuliskan Pertamina melintas di Jl Soekarno-Hatta. Mahasiswa yang sudah terbakar emosinya kontan menghadang kendaraan pengangkut BBM itu.

Sejurus kemudian mereka naik ke atas kendaraan serta melanjutkan orasi. Sopir kendaraan tersebut tak mampu berbuat banyak. Dia hanya pasrah ketika kendaraannya dijadikan panggung mimbar bebas.

Akibat penyanderaan itu, arus lalu lintas di Jl Soekarno-Hatta tersendat macet total untuk beberapa saat. Baik dari arah Surabaya, arah Kota Jombang, maupun ke arah Kediri dan Madiun.(Hanif/Jati)

Keterangan Gambar : Aksi mahasiswa menolak kenaikan BBM dengan membajak tanki BBM