ADAKITANEWS2015-09-20_17.02.58, Madiun – Sebelum ditemukan, mahasiswa UIN Jogja sempat dikabarkan tewas terpanggang api yang membakar hutan setempat. Pasalnya, di hari yang sama saat mahasiswa pecinta satwa burung tersebut dinyatakan hilang, kawasan hutan Gunung Wilis tengah terjadi kebakaran.

Informasi kebakaran itu disampaikan Basarnas Trenggalek pada Pemkab Madiun. “Jadi informasi masuk kepada kami, 5 orang terjebak api dan 1 meninggal terpanggang akibat kebakaran hutan di Gunung Wilis. Berdasar informasi itu, sejak Sabtu (19/9) lalu, kami melakukan pencarian,” ujar Koordinator Pos Basarnas Trenggalek Supriono, setiba melakukan evakuasi, di Polsek Kare, Polres Madiun.

Terpisah, Kepala BPPD Kabupaten Madiun Edy Haryanto juga mengakui terjadi kebakaran di hutan lindung Petak 47A dan Petak 50. “Kebakaran itu terjadi Jumat (18/9) lalu dan lokasinya sangat jauh dengan lokasi ditemukannya mereka itu,” kata Edy Haryanto.

Sedangkan, Waskito Kukuh Wibowo salah satu anggota pecinta satwa yang melakukan observasi, mengaku kaget saat melihat Tim SAR mendatangi mereka. “Kami kaget bukan main, begitu mereka mendatangi kami. Apalagi, kami dikabarkan terjebak kebakaran hutan. Memang sesuai jadwal hari ini, Minggu (20/9), observasi kami selesai dan harus turun melapor ke pos,” ujarnya.

Mereka telah mengamati dan mendata jumlah burung di Gunung Wilis. “Setidaknya ada 60 jenis burung telah kami catat, dokumentasikan fotonya, pelajari habitat dan perilakunya. Kami juga heran, kok, sempat ada informasi bahwa kami terjebak dalam kebakaran hutan dan ada rekan kami yang tewas terbakar,” ujar Kukuh keheranan. (UK)

Keterangan Gambar : Petugas SAR gabungan saat membawa 2 dari 4 pendaki gunung dan pecinta satwa yang sempat dikabarkan tersesat dan tewas terbakar.