ADAKITANEWSNganjuk-20150527-01646, Nganjuk – Dianggap berlaku tidak adil dalam memutuskan perkara, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk, yang menyidangkan Kasus pengrusakan tanaman Di tanah kas Desa, Desa Candirejo Kecamatn Loceret Kabuipaten Nganjuk, hendak dilAporkAn ke Komisi Yudisial (KY) oleh M.Dhofir SH selaku Penasehat Terdakwa.

Memanasnya situasi dikarenakan Kedua terdakwa yakni Lilik dan Mujiman warga desa CAndirejo Kecamatan Loceret, divonis bersalah oleh MAjelis Hakim PengadilAn Negeri Nganjuk, Kamis (28/5) dan mendapat hukuman penjara selama 15 hari  serta membayar 5 ribu rupiah. Sehingga  Penasehat Hukum kedua terdakwa yakni M.Dhofir SH berkoar hendak melaporkan Majelis hakim Penfadilan Negeri (PN) Nganjuk ke Komisi Yudisial (KY) di Jakarta.

Sidang Kasus pengrusakan tanaman yang dilakukan oleh kedua terdakwa ini, dikawal puluhan anggota Sabhara Polres Nganjuk dengan maksud untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

DalAm sidang yang berlangsung siang tadi, Ketua majelis hakim Pujo Saksono memutuskan dengan hukuman penjara 15 hari. Dan membebankan biaya pengadilan masing-masing 5 ribu rupiah dibebankan kepada terdakwa.

“Ini jelas tidak Adil, dAn kami hendak melaporkan majelis HAkim yAng menyidangkan kasus ini ke KY,”terang Dhofir.

Dhofir menambahkan bahwa, keduA terdakwa. Hanya melaksanakan perintAh dari Kepala Desa Yuli. “TApi kenapa yang jadi pesakitan dan di vonis bersAlah justru klien kami,”imbuh Dhofir. (Jati).