ADAKITANEWS20150419_135212-1, Tulungagung – Masih belum maksimalnya peran perempuan dalam ikut membangun bangsa membuat Mjelis Luhur Penghayat Jawa Timur mendeklarasikan Perempuan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Gerakan ini berisi perempuan dari berbagai organisasi penghayat di Jawa Timur yang sudah terdaftar.

Dalam deklarasi dan seminar perempuan yang diadakan oleh Pusat Pendidikan Hak Asasi Manusia dan Islam (Pusdikhami) IAIN Tulungagung, Ketua Presidium Majlis Luhur Penghayat Jawa Timur, Otto Bambang Wahyudi mengingatkan peran perempuan dalam falsafah Jawa. Menurutnya selama ini peran perempuan masih belum maksimal dan terkesan dikesampingkan. “Padahal di tangan perempuan tercipta generasi bangsa yang lebih baik,” ujarnya.

Selain itu, di berbagai aspek sosial peran perempuan masih dianggap sebelah mata. Padahal banyak perempuan yang sudah terbukti mampu menjawab tantangan. “Gerakan ini merupakan salah satu pelopor agar perempuan tidak lagi diremehkan di masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan Majlis Luhur Kepercayaan Indonesia, Dian Yeni Cahyawati menilai selama ini perempuan¬† selalu berada di lingkungan diskriminasi. Peran perempuan masih belum digerakkan secara maksimal. “Padahal jika digerakkan secara maksimal hasilnya akan sangat luar biasa,” terangnya.

Dian juga membantah jika gerakan ini merupakan gerakan perlawanan terhadap budaya patriarki yang sangat kental di Indonesia. Menurutnya semangat emansipasi yang dibawa oleh RA Kartini menjadi salah satu semangat gerakan ini. “Paling tidak perempuan bisa mendapatkan hak yang sama dengan kaum pria,” imbuhnya. (Bram).

Keterangan Gambar : Para aktivis Perempuan Penghayat Kepercayaan Terhadap Yang Maha Esa saat mendeklarisikan diri di Tulungagung