ADAKITANEWS, Blitar – Banyaknya kasus korupsi di Kabupaten Blitar yang saat ini dinilai tidak ada kejelasan atau macet, seperti kasus dugaan korupsi tanah Jatilengger, Work Shop, Bansos KONI, Perkebunan, OTT dan lain-lain, semakin membuat gerah masyarakat.

Seperti yang dilakukan ratusan petani yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Petani Anti Korupsi (Kompak) bersama Front Perjuangan Petani Mataraman (FPPM) dan Komite Rakyat Pemberantasan Korupsi (KRPK) melakukan aksi unjuk rasa di depan Perum Perhutani KPH Blitar dan Kejaksaan Negeri Blitar, Selasa (10/10).

Koordinator Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK) Blitar, Mohamad Triyanto mengatakan, ada beberapa tuntutan dalam aksi yang dilakukan hari ini. Satu diantaranya mendesak Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Blitar untuk menyelesaikan kasus dugaan korupsi yang ada saat ini.

“Kita tadi sudah temui Kajari yang pada intinya ia berkomitmen dalam 1 hingga 2 minggu kedepan sebelum Kajari diganti, akan membuat langkah-langkah penahanan atau bahkan kejaksaan menyiapkan masa persidangannya di pengadilan atas kasus korupsi seperti kasus workshop, dugaan korupsi yang ada di Kruwok maupun KONI,” paparnya setelah menemui Kajari, Selasa (10/10).

Pihaknya pun berharap, sehingga 1-2 minggu kedepan harus ada langkah konkret berupa penaikan status mereka dari saksi menjadi tersangka. “Kita setiap hari akan kawal proses ini dengan menerjunkan perwakilan kami untuk datang di Kejaksaan setiap hari,” tandasnya.

Selain itu, menurut Triyanto, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah layak turun ke Blitar karena konspirasi hukum dan mafia peradilan yang melibatkan para politisi, para pejabat dan penegak hukum yang sudah luar biasa. “Selama ini kita melihat kasus korupsi hanya dijadikan isu untuk jadi ATM berjalan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Blitar, Safi mengatakan, pihaknya berjanji dalam waktu 2 minggu kedepan akan ada kelanjutan dari proses dugaan korupsi yang ada di Blitar. “Kita akan berupaya maksimal 2 minggu kedepan untuk menentukan kasus dugaan korupsi ini,” katanya saat menemui ratusan petani di depan kantor Kejaksaan Negeri Blitar.

Aksi para petani ini, diakhiri dengan membakar belut sebagai ilustrasi dari para korupsi.(fat)

Keterangan gambar: Suasana unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri Blitar.(foto : fathan)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/101017-fat-blitar-petani-2-1024x768.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/101017-fat-blitar-petani-2-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,blitar,demo,kejaksaan,korupsi,petani
ADAKITANEWS, Blitar - Banyaknya kasus korupsi di Kabupaten Blitar yang saat ini dinilai tidak ada kejelasan atau macet, seperti kasus dugaan korupsi tanah Jatilengger, Work Shop, Bansos KONI, Perkebunan, OTT dan lain-lain, semakin membuat gerah masyarakat. Seperti yang dilakukan ratusan petani yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Petani Anti Korupsi (Kompak)...