ADAKITANEWS, Blitar – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar tahun 2017 lalu tak bisa terpenuhi. Bahkan capaiannya, hanya sekitar 66 persen. Oleh karenanya, untuk memaksimalkan PAD tahun ini Disparbudpora berjanji bakal meningkatkan pengawasan retribusi wisata yang dinilai menjadi salah satu sektor penyumbang PAD cukup besar.

Kepala Disparbudpora Kabupaten Blitar, Luhur Sejati mengatakan, belum maksimalnya pendapatan daerah di sektor pariwisata karena kurang maksimalnya pendapatan dari retribusi beberapa tempat wisata di Kabupaten Blitar, seperti wisata Rambut Monte, Pantai Tambakrejo dan juga Penataran.

“Ya memang kita akui besarnya target PAD 2017 yang tak bisa dipenuhi salah satunya dikarenakan belum maksimalnya pendapatan dari sektor wisata,” kata Luhur, Sabtu (03/02).

Luhur menyebut, di tahun 2018 ini pihaknya akan melakukan pengawasan kepada seluruh pendapatan dari retribusi wisata, diantaranya pengawasan petugas retribusi, retribusi masuk dan keluar, serta pertanggungjawaban.

Selain itu, pihaknya akan terus berkomunikasi dengan badan pendapatan daerah Kabupaten Blitar untuk karcis retribusi yang dikeluarkan.

“Kita akan memastikan setiap portal retribusi terjaga setiap hari agar retribusi pariwisata dapat maksimal. Sehingga target PAD 2018 bisa terpenuhi,” pungkasnya (fat/wir).

Keterangan gambar: Salah satu gerbang retribusi wisata di Kabupaten Blitar.(foto : fathan)