ADAKITANEWS, Kota Madiun – Malam Idul Fitri membawa berkah bagi masyarakat luas. Baik pelaku usaha makanan, minuman, jasa, tak terkecuali pedagang bensin eceran.

Tak dipungkiri akibat banyaknya kendaraan yang lalu-lalang baik roda empat maupun roda dua, mengakibatkan meningkatnya konsumsi BBM. Ditambah lagi adanya kendaraan para pemudik dari luar daerah yang ikut menambah jumlah konsumsi BBM.

Sesuai pengamatan tim Adakitanews.com, banyak penjual bensin eceran dipingir jalan yang dagangannya ludes hanya dalam hitungan satu sampai dua jam saja. Hal ini akibat dari konsumen yang tidak mau antre terlalu lama di SPBU.

“Saya baru buka selepas magrib atau sekitar jam 18.30 WIB. Dengan modal 60 liter BBM jenis pertalite, dan habis dalam waktu dua jam saja,” urai Margono, 57, pedagang bensin yang mangkal di Jalan Cokroaminoto Kota Madiun.

Dengan mematok harga BBM untuk botol ukuran 1 liter sebesar Rp 8.500 dan botol besar ukuran 1,5 liter Rp 13 ribu, dagangan Margono laris diserbu konsumen. Margono mengaku, dari total 60 liter BBM yang dibelinya, kemudian ia bagi menjadi 28 botol ukuran satu liter dan 24 botol ukuran satu setengah liter.

“Meskipun banyak pembeli dan situasi lebaran, saya tetap tidak menaikan harga jualnya,” lanjut Margono.

Dalam situasi normal biasanya dagangan BBM milik Margono tersebut baru bisa habis dalam waktu sekitar lima jam. Sementara antrean yang cukup lama di SPBU, membuat Margono akhirnya enggan kulakan BBM lagi. Ia mengaku tetap bersyukur dengan rejeki yang telah didapatkanya.

Sementara itu menurut salah satu pembeli, adanya para penjual BBM eceran sangat membantu bagi para pengendara. “Antrean di SPBU tadi mengular panjang. Makanya kita cari yang praktis dan cepat saja di sini,” ujar Sugeng, 32, salah satu pembeli BBM asal Kota Madiun yang saat itu mengendarai kendaraan roda dua bersama istri dan anaknya.(bud)

Keterangan gambar : Lapak bensin yang sudah kosong milik margono.(foto : budiyanto)