Kediri(adakitanews.com)—Beredar kabar di media sosial maling sapi dipotong-potong di Desa Sekoto Kecamatan Badas Kabupaten Kediri, Jumat pagi (15/5/2020). Informasi tersebut langsung ditepis pihak kepolisian setempat, Polsek Pare.

“Tidak ada, itu bohong. Di Desa Sekoto tidak maling sapi yang kemudian sapinya dipotong-potong. Saya menerima laporan dari warga kejadian tersebut langsung kroscek ke lokasi,” jelas Kanit Reskrim Polsek Pare Iptu Sukiman,Sabtu (16/5/2020).

Dikatakan Iptu Sukiman, potongan sapi ditemukan di belakang rumah Zumali (40) warga Jalan Joyoboyo Desa Sekoto Kecamatan Badas Kabupaten Kediri. Sapi itu sengaja ditaruh dibelakang Zumali yang rencancanya akan sapi tersebut untuk diberikan makan ikan lele.

“Sapi yang sudah terpotong-potong itu sengaja ditaruh dan rencancanya akan diberikan untuk makan ikan lele oleh pemiliknya,” ucap Iptu Sukiman.

Lanjut dibeberkan Iptu Sukiman, pada Kamis (14/5/2020) sekitar pukul 05.00 WIB, Zumali membeli sapi dalam kondisi sakit di Jombang milik Eka dengan harga Rp 3 juta. Kemudian Zumali memvawa sapi tersebut dibawa ke rumah Pemotongan hewan di Kelurahan/Kecamatan Pare Kabupaten Kediri untuk disembelih.

Akan tetapi ditengah perjalanan sapi tersebut sudah mati terlebih dahulu. Mengetahui itu Zumali akirnya memotong-matong sapi tersebut sendiri di RPH, setelah itu besuknya pada Jumat (15/5/2020) sapi yang sudah dipotong-potong tersebut di angkut oleh Zumali menggunakan tossa dan ditaruh di belakang rumahnya.

“Dikira itu sapi hasil curian. Tapi itu tidak benar. Pemilik sapi sudah membuat surat pernyataan di Desa disaksikan Kepala Desa dan pihak kepolisian bahwa sapi itu miliknya,” bebernya.

Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian memburu pelaku penyebaran berita hoaks yang menyebar di media sosial. Selain itu, pihaknya juga berpesan kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada serta mencermati setiap berita yang beredar di media sosial.(gar).