Kediri(adakitanews.com) — Manajemen Persik Kediri bersikap lunak terhadap pemain mereka yang mengikuti laga antar-kampung, atau biasa dikenal dengan sebutan tarkam.

Para pemain mengikuti tarkam saat kompetisi mengalami penundaan, seperti saat ini karena pandemi yang dinilai belum menurun.

Manajemen Macan Putih tidak akan menjatuhkan sanksi. Terpenting, para pemain mampu menjaga kondisi agar tak cedera.

Manajemen juga mewanti-wanti pemain yang tampil di tarkam, agar mematuhi protokol kesehatan.

Media Officer Persik Kediri, Anwar Bahar Basalamah mengakui, soal tarkam itu kembali pilihan masing-masing pemain.

Dia tidak bisa menghalangi pemain karena klub saat ini masih vakum berlatih.

“Larangan sih gak ada. Cuma kita meminta pemain untuk berhati-hati. Karena tarkam bukan kompetisi profesional,” ujarnya, Senin (23/11/2020).

Lebih lanjut, Basalamah memilih melihat sisi positif partisipasi pemainnya dalam tarkam yakni membantu menjaga kebugaran.

“Hitung-hitung menjaga latihan rutin serta menambah imun di masa pandemi Covid-19. Ikut tarkam juga membantu penghasilan mereka di masa vakum kompetisi,” ucapnya.

Diketahui, kompetisi sepak bola tanah air kembali mengalami penundaan kompetisi. Seharusnya kompetisi yang seyogyanya dimulai pada 1 Oktober 2020 kemarin harus tertahan lantaran tak mendapatkan izin keramaian dari pihak kepolisian. (Oky).