ADAKITANEWS, Sidoarjo – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo akhirnya menahan 2 orang tersangka dalam kasus dugaan pungutan liar (Pungli) di Pabrik Gula (PG) Krembung, Senin (06/11) petang. Kedua tersangka itu ditetapkan tersangka setelah diperiksa seharian penuh di ruang Pidana Khusus (Pidsus), Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo.

Kedua orang yang ditetapkan tersangka dan ditahan itu masing-masing adalah Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR), Moh Suyono dan Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR), Dadang Retyo Karnoto yang tak lain adalah Manajer Keuangan PG Krembung.
Keduanya ditetapkan tersangka dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Sidoarjo, lantaran dituding telah berkonspirasi dalam pungutan uang milik petani tebu hingga mencapai Rp 1,6 miliar mulai tahun 2015 hingga 2017.

“Kami tetapkan MS (Moh Suyono) dan DRK (Dadang Retyo Karnoto) karena dua alat bukti sudah cukup ditambah keterangan para saksi,” ujar Kasi Pidsus Kejari Sidoarjo, Adi Harsanto.

Keduanya yakni Ketua APTR PG Krembung dan Manager Keuangan PG Krembung ini, lanjut Adi, berkonspirasi menarik uang dari petani tebu yang menggilingkan tebunya di PG Krembung.

“Potongannya lewat Sisa Hasil Usaha (SHU) petani, iuran bulanan serta potongan insidentil. Nilai potongannya bervariasi bergantung jumlah tebu petani yang digilingkan,” imbuhnya.

Mantan Kasi Intel Kejari Sumenep ini mengatakan, kedua tersangka dijerat pasal 2 dan 3 serta pasal 11 dan 12 e UU Nomor 20 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka lain. Jika ada yang terlibat serta alat bukti dan keterangam saksinya cukup,” tegasnya.(pur)

Keterangan gambar : Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) Pabrik Gula (PG) Krembung, Suyono ditahan tim penyidik Pidsus, Kejari Sidoarjo.(ist)