Mandi di Sungai Brantas, Anak SD Tenggelam

ADAKITANEWS, Kediri – Mohammad Safrizal, 12, siswa kelas 6, warga RT 4/RW 3 Dusun/Desa Petok Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri menghilang dan diduga tenggelam di Sungai Brantas dekat rumahnya, sejak Selasa (02/05) sekitar pukul 11.00 WIB.

Tetangga korban, Muhammad Latif mengatakan, kejadian bermula saat korban bersama 7 temannya bermain pacuan burung merpati di dekat TKP. Merasa gerah dan kepanasan, mereka pun bersama-sama mandi di Sungai Brantas, tepatnya di sisi timur Pondok Batoan kawasan setempat.

“Tadinya mereka bermain tanpa ada rasa takut. Tapi tiba-tiba korban terbawa arus. Teman korban yang bernama Hendra sudah mencoba untuk menolongnya namun tidak bisa,” ujar Latif saat ditemui Tim Adakitanews.com, Rabu (02/05) malam.

Setelah kejadian itu, ketujuh teman korban akhirnya pulang dengan membawa baju, celana, dan sandal milik korban, dan ditaruh di makam dekat TKP. Sepeda korban pun juga ditaruh di belakang rumahnya.

Dengan alasan takut, tidak ada satupun anak yang mau bercerita dan mengatakan keberadaan korban. Baru setelah magrib, oleh Perangkat Desa setempat, teman-teman korban dikumpulkan dan ditanya satu persatu, akhirnya mereka baru jujur mengaku bahwa Mohammad Safrizal sudah hanyut terbawa arus sungai.

“Mereka takut, jadi tak ada yang berani berbicara. Jadi keluarganya dan masyarakat baru mengetahui sehabis salat magrib,” imbuh Latif.

Pantauan Tim Adakitanews.com di lokasi, hingga Rabu (03/05) sekitar pukul 02.55 WIB, beberapa warga masih melakukan pencarian, namun belum ada tanda-tanda penemuan korban.

Terpisah saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, Kapolsek Mojo, AKP Shokib Dimyati mengatakan, proses pencarian akan kembali dilakukan pada Rabu (03/05) besok dengan bantuan BPBD setempat. “Saya sudah telepon Tim BPBD. Besok pagi pukul 06.00 WIB akan dimulai pencarian lagi,” pungkasnya.(udn)

Keterangan gambar : Warga berkumpul di rumah korban selesai melakukan pencarian.(foto:fasihhuddin kholili)

Recommended For You