width=

_20161026_172447ADAKITANEWS, Madiun – Sejak tahun 2013, Purwo Yuwono ,45, warga Desa Panemon, Kecamatan Sugih Waras, Kabupaten Bojonegoro berhasil menipu 378 orang calon pegawai karyawan PT PLN (Perusahaan Listrik Negara). Mantan pegawai outsourcing PT PLN ini meraup keuntungan hingga Rp. 820 juta dengan sistim transaksi transfer atau non tunai.

Aksi Purwo Yuwono bersama komplotannya yakni Tri Utomo dan Sigit Hartono terhenti setelah Satuan Reskrim Polres Madiun menangkap mereka dirumah kontrakan di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. “Meski pengakuan tersangka melakukan perekrutan karyawan PLN sejak tahun 2013 lalu dengan sebanyak 10 orang korban. Tapi, hasil pengembangan perkara itu setidaknya terdapat 378 orang menjadi korban komplotan itu,” jelas Kapolres Madiun AKBP Sumaryono didampingi Kasat Reskrim AKP Hanif Fatih Wicaksono, Rabu (26/10).

Dalam melancarkan aksinya, lanjut AKBP Sumaryono, komplotan ini melakukan penawaran di website PT PLN dengan menjanjikan menjadi pegawai PT PLN. Atas iming-iming tersebut, maka banyak orang menjadi korban dimintai kompensasi (membayar) masing-masing orang Rp 10 juta. Dari sebanyak 378 orang korban penipuan, baik warga Kabupaten Madiun dan lainnya, tersangka sudah menerima uang sebesar Rp. 820 juta dengan sistim transaksi transfer atau non tunai.

“Tersangka mengaku terhimpit ekonomi, sehingga melakukan kejahatan itu. Apalagi, tersangka pernah bekerja sebagai pegawai i outsourcing di PLN. Sehingga tersangka mengetahui seluk beluk kegiatan di PT PLN,” jelasnya

Petugas juga menyita barang bukti berupa, 15 lembar transfer kliring antar bank, 16 lembar bukti transfer melalui ATM, 1 buku tabungan BCA atas nama Supriono Norek 7915134459, 3 keping ATM dan 1 buku tabungan bank BNI atas nama Bayu Singgih Utomo Norek 0304703340. “Atas perbuatannya pelaku disangkakan pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP, ancaman hukuman 4 tahun penjara,” ujar Kapolres Madiun.(Uk/Zay)

 

Keterangan Gambar : Otak tersangka penipuan menjadi pegawai PT PLN, Purwo Yuwono warga Desa Panemon, Kecamatan Sugih Waras, Kabupaten Bojonegoro, berkilah korban hanya 10 orang. Hasil pengembangan, korban mencapai 378 orang.(Foto: Agus)