ADAKITANEWS, Tulungagung – Pada hari terakhir pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung 2018, Margiono yang berpasangan dengan Eko Prisdianto akhirnya mendaftarkan diri ke KPU setempat, Rabu (10/01).

Sekitar pukul 13.15 WIB, pasangan Margiono – Eko Prisdianto tiba di kantor KPU Tulungagung dengan diiringi ratusan pendukung dan simpatisan, disambut grup rebana di pintu gerbang kantor KPU.

Prosesi pendaftaran Margiono yang juga Ketua PWI Pusat dan Eko Prisdianto yang berprofesi sebagai dalang wayang kulit ini sempat tertunda sekitar 30 menit karena Adib Makarim, Ketua DPC PKB Tulungagung yang merupakan salah satu partai pengusung belum datang.

Setelah seluruh pengurus partai pengusung hadir, Ketua KPU Tulungagung, Suprihno mengawali proses pendaftaran dengan mempersilakan salah satu perwakilan partai pengusung untuk menyampaikan berkas pendaftaran.

Ketua DPC Partai Hanura Tulungagung, Imam Kambali mengatakan, para pengurus partai politik sengaja datang ke kantor KPU untuk mendaftarkan pasangan yang telah direkomendasi sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung periode 2018 – 2023.

“Sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan para Ketua DPP, ada 9 partai yang mengusung pasangan Pak Margiono dan Pak Eko. Angka 9 ini angka keramat, semoga membawa kesuksesan,” kata Ketua DPC Partai Hanura, Imam Kambali.

Ke-9 partai pengusung pasangan Margiono – Eko Prisdianto ini adalah Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Hanura, Partai Demokrat,PKS, PKB, PAN, PPP dan PBB, dengan total jumlah kursi di DPRD adalah 37 kursi.

Setelah menunggu proses verifikasi sekitar dua jam, akhirnya KPU menyatakan pendaftaran pasangan tersebut diterima. Meski demikian, masih ada berkas yang harus disusulkan yaitu Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dikeluarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan surat keterangan bebas tanggungan utang dari Pengadilan Negeri setempat.

Sementara Margiono, usai pendaftaran menyatakan motivasinya ikut dalam Pilkada Tulungagung 2018 ini adalah untuk mencari pekerjaan. “Motivasinya ya, cari pekerjaan. Karena jabatan saya di PWI kan sudah mau habis. Tapi pekerjaan yang membawa manfaat bagi masyarakat banyak,” ujar Margiono berseloroh.

Lanjut Margiono, baginya pencalonannya dalam Pilkada ini merupakan keinginannya untuk membawa Tulungagung menjadi lebih baik.(bac)

Keterangan gambar : Margiono dan Eko Prisdianto, didampingi istri saat mendaftarkan diri.(foto : acta cahyono)