Markun, Seniman Ludruk Bus Mojokerto-Krian

1233

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Dunia pengamen jalanan mungkin menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian orang. Kerasnya persaingan, menjadikan mereka, para pengamen akhirnya meninggalkan profesinya dan memilih pekerjaan lain yang lebih menjanjikan. Namun berbeda dengan para penggiat kesenian. Meski tak semegah panggung pertunjukan, arena sempit dalam bus pun bisa mereka jadikan objek menghibur diri dan orang lain melalui kesenian yang mereka suguhkan.

=========
Adalah Markun, seniman asal Kecamatan Krian Sidoarjo yang kini bermukim di Desa Ngastemi Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto. Setiap hari, berbekal sound system sederhana, Markun bolak-balik naik bus dari Terminal Mojokerto hingga By Pass Krian Sidoarjo. Tidak seperti pengamen lain, Markun sengaja total menunjukkan bakat seninya kepada setiap penumpang.

Saat musik diputar, pria bernama asli Suwarno tersebut langsung membawakan berbagai parikan khas pertunjukan ludruk. Beberapa pantun dan nasihat ia senandungkan menghibur penumpang yang saat itu sebagian diantaranya tengah beristirahat lantaran kelelahan dalam perjalanan. “Setiap hari naiknya dari Terminal Mojokerto dan turun di By Pass Krian. Nanti balik lagi ke terminal,” ujarnya.

Pria berusia 67 tahun tersebut mengaku, sengaja mengamen untuk mengisi waktu luangnya lataran sedang sepi panggilan. Markun mengaku, meski job untuk bermain ludruk masih sering ia dapatkan, menjadi pengangguran bagi seorang seniman merupakan hal yang sangat tidak menyenangkan. “Ini untuk mengisi waktu saja. Soalnya lagi sepi tanggapan,” ceritanya.

Bukan uang yang semata-mata ia kejar. Markun mengatakan, menjadi pekerja seni merupakan bentuk kecintaan. Salah satunya menjadikan pelakunya selalu merasa nyaman dan mudah dalam menyelesaikan permasalahan. “Yang penting untuk kenyamanan. Kalau punya masalah pasti mudah hilang. Rasanya adem-ayem,” ujarnya.

Setiap hari, rata-rata pendapatan dari mengamen yang digeluti Markun hanya sebesar Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu. Receh tersebut ia dapatkan setelah seharian menaiki 4 bus bolak-balik rute Mojokerto-Krian. Meski tak seberapa rejeki yang ia dapatkan, kesenangan lantaran jadi penghibur bagi para penumpang merupakan tujuan yang memang ia niatkan.(rochmatullah kurniawan)

Keterangan gambar: Suwarno alias Markun usai turun dari bus dan menghitung receh yang ia dapatkan.(foto: kurniawan)