ADAKITANEWS, Kota Kediri – Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar memaparkan pencapaian yang telah diraih oleh Kota Kediri hingga akhir tahun 2017. Kegiatan refleksi akhir tahun tersebut, dilaksanakan di Ballroom Grand Panglima Resto, dengan mengundang berbagai elemen masyarakat, Jumat (22/12) malam.

Walikota yang akrab disapa Mas Abu itu menjelaskan bahwa dalam satu tahun ini Kota Kediri telah mendapat 8 penghargaan. “Delapan penghargaan tersebut antara lain, penghargaan atas capaian tertinggi dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Terbaik tingkat Nasional, Apresiasi Tertinggi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, Hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Daerah Tahun 2016 terhadap LPPD Kota Kediri, Percepatan Cakupan Akta Kelahiran Nasional, Penghargaan Kota Layak Anak, Tanda Bhakti Koperasi Kihajar Award, dan Penghargaan Smart City,” ujarnya.

Mas Abu juga menjelaskan terkait program yang selama ini telah dilaksanakan Pemerintah Kota Kediri. Meliputi program kesehatan, ekonomi dan pendidikan. “Di program kesehatan kami mengadakan program Home care yakni ambulans 24 jam yang siap di setiap puskesmas yang ada. Dan kami juga melayani program pengobatan gratis di RS Gambiran asalkan di kelas 3. Mau cuci darah operasi semua ditanggung, asalkan mempunyai KTP Kota Kediri,” paparnya.

Di bidang pendidikan Mas Abu menginformasikan bahwa di Kota Kediri sudah terdapat 16 sekolah inklusi. Ada Program Suket Teki yang menampung para anak jalanan di bawah 17 tahun untuk diberi pendidikan formal, pendidikan Paket C.

“Angkot gratis juga sudah beroperasi sampai jam 5. Zona aman sekolah juga sudah ada. Beasiswa Universitas untuk warga kurang mampu, juga bantuan subsidi Rp 60 ribu untuk SMA dan SMK. Perkembangan English Massive juga sangat luar biasa. Sekarang pesertanya sudah ada 4.007 orang,” ujarnya.

Selanjutnya di bidang ekonomi dan pelayanan, Mas Abu menambahkan saat ini ada koperasi RW yang bertujuan untuk mengikis maraknya praktik rentenir dan ada juga program santunan kematian. “Ada juga bantuan alat pertanian karena sekarang banyak juga petani yang membutuhkan bantuan itu,” ungkapnya.

Ada juga pelatihan kerja yang diikuti oleh 700 orang tiap tahunnya. Diantaranya pelatihan mengemudi, desain grafis, informatika, tenun ikat, sablon motif, menjahit, membatik. “Itu semua sampai mereka tersertifikasi. Contohnya pelatihan mengemudi, sampai dia dapat simnya,” tuturnya.(adv/hms/kdr1)

Keterangan gambar : Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat memberikan keterangan kepada wartawan di Ballroom Grand Panglima Resto (foto: muchlis ubaidhillah)