width=

Kediri(adakitanews.com) — Sebagai upaya dalam menekan penyebaran Covid-19 serta mengembalikan Kabupaten Kediri ke zona Hijau, Hanindhito Himawan Pramama, Bupati Kediri terpilih periode 2021-2025 siap terjunkan GeNose di masing-masing Puskesmas di Kabupaten Kediri.

GeNose merupakan alat pendeteksi virus Corona dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compund (VOC), yang dibuat oleh para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Kami sudah menjalin komunikasi dengan salah satu pihak perguruan tinggi negeri. Di mana mereka telah mengeluarkan alat, yang mana alat ini tingkat akurasi mendeteksi virus Corona sudah 90 persen dan sudah mendapatkan izin edar dari kementrian kesehatan,” tuturnya.

Dhito berharap, dengan adanya GeNose ini dapat memetakan mana masyarakat Kabupaten Kediri yang sehat dengan yang tidak.

“Bila sudah dapat terpetakan perihal itu, maka dapat dengan mudah kami melakukan penyembuhan dan terus menekan angka penularan,” ucapnya.

Sesuai dengan prioritas program kerjanya, Dhito akan lebih mengutamakan terkait penanganan Covid-19, selebihnya terkait progam lainnya.

Bersamaan dengan itu, di masa 100 hari pertama nya bekerja sebagai Bupati Kediri seusai dilakukan pelantikan nanti, Dhito berkeinginan menjadikan Kabupaten Kediri ke zona hijau.

Mengingat, Kabupaten Kediri dalam kurun waktu terakhir berada ke dalam risiko penularan tinggi menyangkut Covid-19 yakni berada di zona oranye dan merah.

Mengenai teknologi GeNose dalam mendeteksi Covid-19, tidak seperti alat tes deteksi Covid-19 yang sudah ada seperti PCR test, rapid test berbasis antibodi maupun rapid antigen.

GeNose dikembangkan dengan mengidentifikasi virus coron dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC), kata salah satu anggota Tim Pengembangan GeNose, Dian Kesumapramudya Nurputra.

Dian mengatakan bahwa VOC terbentuk oleh adanya infeksi Covid-19 yang keluar saat bernapas.

Uji profiling GeNose menggunakan 600 sampel data valid di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta.

Orang-orang diperiksa dengan menggunakan GeNose C19 ini lebih dulu diminta mengembuskan napas ke tabung khusus.

Selanjutnya, sensor-sensor dalam tabung tersebut akan bekerja mendeteksi VOC, yang kemudian, data yang diperoleh akan diolah dengan bantuan kecerdasan buatan atau artificial intelligent hingga memunculkan hasilnya.

Hanya dalam 2 menit, alat tersebut akan menunjukkan seseorang positif atau negatif Covid-19. Diketahui akurasi GeNose mencapai 97 dalam mendeteksi keberadaan virus corona melalui embusan napas. (Oky)