ADAKITANEWS, Blitar – Calon Jemaah Haji (CJH) lanjut usia (Lansia) tidak perlu berlama antre menunggu jadwal keberangkatan ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji. Pasalnya, Kementerian Agama (Kemenag) akan memprioritaskan CJH lansia.

Humas Kemenag Kabupaten Blitar, Jamil Mashadi mengatakan, ada beberapa persyaratan agar CJH lansia mendapatkan prioritas berangkat ke tanah suci lebih dulu. Yakni harus berusia minimal 70 tahun keatas. Selain itu juga sudah memiliki porsi atau nomor kursi pendaftaran. “Mereka harus sudah tercatat di Kemenag Pusat,” kata Jamil saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (22/04).

Selain itu, lanjut Jamil, minimal CJH lansia sudah mendaftar pada tiga tahun sebelumnya. Artinya, jika memenuhi persyaratan tersebut, CJH bisa mengajukan ke Kemenag terdekat untuk mendapatkan prioritas keberangkatan, dengan mengajukan nomor porsi. Jika sudah mengajukan, CJH lansia bisa berangkat lebih cepat dari jadwal sebelumnya. “Misalnya, dari jadwal awal CJH lansia harus menunggu atau antre belasan tahun berangkat ke tanah suci, maka setelah mengajukan permohonan prioritas, mereka bisa berangkat minimal tiga tahun setelah pendaftaran,” paparnya.

Jamil menuturkan, pihaknya belum mengetahui berapa jumlah kuota CJH Lansia yang mendapatkan prioritas ke tanah suci. Sebab, besar kecilnya jumlah CJH lansia yang berangkat lebih dulu, bergantung pada jumlah CJH regular yang tidak melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) pada gelombang pertama. Jika, CJH regular yang tidak melunasi BPIH jumlahnya banyak, maka kuota CJH lansia yang berangkat lebih dulu, dipastikan juga banyak. “Kuota CJH lansia yang mendapat prioritas berangkat lebih awal, bisa dilihat pada hari terakhir pelunasan BPIH gelombang pertama yang akan berakhir 5 Mei nanti,” pungkasnya.

Menurut Jamil, agar CJH regular yang berusia 70 kebawah tidak tergeser atau tertunda berangkat dan jatahnya diprioritaskan untuk CJH Lansia, maka pihaknya meminta agar CJH regular harus melunasi BPIH pada gelombang pertama. “CJH regular jangan kecewa jika keberangkatan ke tanah suci ditunda tahun berikutnya hanya karena belum bisa melunasi BPIH,” ungkapnya.(blt2)

Keterangan gambar: Jamil Mashadi, Humas Kemenag Kabupaten Blitar.(dok. Adakitanews.com)