Kediri(adakitanews.com)—Aksi demonstrasi kembali terjadi di depan Kantor DPRD Kota Kediri, Jalan Mayor Bismo Kota Kediri, Rabu (21/10/2020).

Puluhan massa kembali menyuarakan penolakan terhadap pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang terangkum dalam UU Sapu Jagad, atau dikenal dengan sebutan Omnibuslaw.

Berbeda dengan aksi sebelumnya, puluhan massa dari Aliansi Afiliasi Sekartaji ini mengenakan pakaian serba hitam.

Massa turun ke jalan dan menyerukan pendapat mereka bahwa UU Cipta Kerja dinilai hanya menguntungkan beberapa pihak saja.

Aksi tersebut berlangsung damai, berbeda dengan aksi sebelumnya yang sempat diwarnai kericuhan.

Mulanya, massa hendak masuk melalui pintu gerbang sebelah utara, namun aksi tersebut dapat diredam oleh personel gabungan dari Polresta Kediri, Brimob, dan Satpol PP.

Namun, semakin lama intensitas massa dengan petugas gabungan meninggi. Terlebih lagi ada aksi provokasi dari salah satu oknum yang akhirnya menimbulkan kericuhan.

Akibatnya, massa sempat melempari personel gabungan bahkan pintu gerbang DPRD Kota Kediri sisi selatan pun rusak.

Perlu diketahui, pada aksi sebelumnya, personel Polresta Kediri mengamankan dua oknum yang diduga sebagai provokator.

Satu oknum diketahui masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, satu lainnya diketahui sebagai mahasiswa, namun bukan termasuk bagian mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa.(oky).