MARSINAH 1MARSINAH 4ADAKITANEWS, Nganjuk – Peringati hari buruh, puluhan aktivis buruh dari berbagai serikat pekerja, secara bergelombang berziarah ke makam Pahlawan Buruh Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur. Selain berdoa dan tabur bunga, mereka juga menuntut kepada pemerintah untuk menghapus sistem Outsourcing dan nama Marsinah dijadikan nama jalan protokol di Nganjuk.

Serikat pekerja yang ikut dalam prosesi ziarah tersebut, yakni, Federasi Pekerja Seluruh Indonesia ( FPSI ), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ( SPSI), Federasi Pekerja Nganjuk (FPN), dan sahabat Marsinah. Secara bergantian, para anggota serikat pekerja mendatangi Makam Marsinah yang berada di Desa Nglundo, kecamatan Sukomoro, Nganjuk.

“Hampir seluruh serikat pekerja datang. Tujuannya sama, untuk memperingati hari buruh atau May day,” ujar Suryanto, ketua SPSI Nganjuk.

Selain berdoa mereka juga melakukan tabur bunga, sebagai bentuk penghormatan kepada Marsinah. Mereka juga berorasi menuntut agar sistem Outsourcing yang banyak berlaku di perusahaan di Indonesia segera dihapuskan, karena tidak memberi keuntungan kepada buruh dan hanya mementingkan kepentingan pemilik perusahaan.

Mereka juga menuntut, nama Marsinah dijadikan sebagai nama jalan Protokol yang ada di Nganjuk yang menghubungkan Kecamatan Kertosono hingga Kecamatan Wilangan. Tuntutan agar nama Marsinah selalu dikenang warga Indonesia karena telah mengorbankan nyawanya demi harkat martabat para buruh di Indonesia. Sebelumnya nama Marsinah sudah digunakan sebagai nama gang masuk ke perkampungan dan gang menuju makam Marsinah.

“Selain itu untuk mengenang jasa Pahlawan Buruh Marsinah kami juga menginginkan agar nama Marsinah dijadikan nama salah satu jalan protocol di Nganjuk,” tegas Suryanto.

Marsinah merupakan salah satu buruh dari PT Catur Putra Surya Sidoarjo, yang getol menyuarakan nasib buruh setelah keluarnya surat edaran dari Gubernur Jawa Timur terkait kesejahteraan buruh pada tahun 1993. Usai melakukan perundingan, Marsinah lenyap selama tiga hari dan ditemukan tewas dalam keadaan tubuh penuh luka di Desa Jegong Kecamatan Wilangan di Wilayah Nganjuk. Hingga 22 tahun berlalu pelaku dan otak pembunuhan marsinah belum juga di temukan.(Jati)

Keterangan Gambar : para aktifis buruh dari berbagai serikat, secara berelombang ziarah ke makam Marsinah di Nglundo Nganjuk