ADAKITANEWS, Kota Madiun – Antiklimaks terjadi dalam mediasi antara Pemkot Madiun dengan PT Marina Ripah Globalindo soal mobil pemadam kebakaran (Damkar), di Pengadilan Negeri Madiun, Kamis (02/03). Dalam sidang tersebut, akhirnya tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak, bahwa Pemkot bersedia melakukan pembayaran mobil senilai Rp 28 miliar tersebut.

Sidang itu sendiri dipimpin oleh hakim mediasi, Ika Dianawati SH, MH, dan dihadiri penggugat dan tergugat. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun, Itok R Legowo mengaku, meski telah terjadi kesepakatan, pihaknya masih akan menunggu keputusan dari pengadilan.

“Kami (Pemkot-red) sudah ada kesepakatan pembayaran (Mobil damkar -red) dengan rekanan,” jelas Itok R Legowo.

Hanya saja menurut Itok, teknis pembayaran mobil tersebut akan masih menunggu putusan dari pengadilan. Saat Tim Adakitanews.com menanyakan tempo pembayaran, Itok pun hanya menjawab bahwa Pemkot siap melakukan pembayaran secepatnya. “Yang terpenting mediasi berhasil, sehingga tidak perlu sidang lanjutan,” imbuh Itok.

Sementara Nur Anwar, Penasehat Hukum PT Marina Ripah Globalindo, saat dimintai keterangan Tim Adakitanews.com juga memberikan komentar yang hampir sama. “Pada prinsipnya kami akan menerima jika nantinya ada titik temu, itupun jika kami hitung tidak menambah kerugian klien kami,” tegas Nur Anwar.

Hal itu menurut Anwar, dikarenakan selama ini klienya menanggung sejumlah kerugian yang tidak sedikit. Mewakili penggugat, pihaknya secara prinsip menerima penawaran Pemkot Madiun, dengan syarat dilaksanakan secepatnya setelah nantinya diputuskan pengadilan.

“Kami beri waktu dua minggu kepada Pemkot Madiun untuk melakukan pembayaran kepada klien kami, jika nantinya sudah ada putusan pengadilan”, jelasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, PT Marina Ripah Globalindo melakukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun dengan nomor perkara 5/Pdt.G/2017/PN Mad. Pasalnya Pemkot Madiun diangap telah menangguhkan pembayaran kepada rekanan terkait pembelian Mobil Damkar, berjenis Aerial Ladder Platform (Built Up) 55 Meter Merk Bronto Skylift Type F 55 RLX seharga Rp 28 miliar lebih.(bud)

Keterangan gambar: Mediasi antara Pemkot Kediri dengan PT Marina Ripah Globalindo di Pengadilan Negeri Madiun. (bawah) Itok R Legowo saat memberikan keterangan.(foto:budiyanto)