@dakitanews, Nganjuk – Akibat tiang sudah lapuk, teras depan gedung sekolah taman kanak-kanak (TK) Salafiyyah Darussalam, yang berada di Dusun Plosorejo Desa Kemaduh Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk, Ambruk. Diduga, kayu bangunan dalam kondisi tidak jauh berbeda. Namun bangunan sekolah yang sudah usang milik sebuah yayasan ini tetap digunakan untuk belajar siswa.

Peristiwa yang terjadi Selasa, (09/12),  pukul 20.00 Wib, membuat sebagian besar wali murid merasa was-was terhadap keselamatan anaknya. Pasalnya, sekolah dengan kondisi rawan ambruk tersebut digunakan belajar 70 kanak-kanak.

Ambruknya teras depan sekolah TK tersebut, karena tiang penyangga yang terbuat dari kayu sudah usang dan lapuk. Selain itu beberapa hari terakhir, hujan deras disertai angin yang mengguyur desa setempat sejak siang hingga malam hari. Beruntung peristiwa itu, terjadi malam terjadi, hingga tidak membawa korban jiwa.

Kepala TK dan SD Salaffiyah Desa Kemaduh, Achmad Mujib, mengatakan, pihaknya baru mengetahui jika atap teras depan gedung TK itu roboh pada  pagi harinya. Kepala sekolah yang juga tinggal di dalam satu kompleks sekolah ini baru tahu kerusakan bangunan ketika hendak masuk kantor.

“Saya tahu kondisi pastinya kerusakan ya pagi itu. Ketika saya mau masuk kantor, sebab anak-anak sudah datang,” terang Acmad Mujib.

Diketahui, bangunan di sisi timur kompleks sekolah itu memang sudah termasuk bangunan tua. Namun sampai saat ini gedung ini belum pernah direnovasi sejak berdiri tahun 1969. Hal ini terlihat dari  kayu atap yang roboh tampak sudah lapuk bekas dimakan rayap. Bangunan yang roboh ini adalah gedung perintis, dibangun secara swadaya oleh yayasan sekolah. Sedangkan bangunan di sisi barat masih terlihat kokoh, karena dibangun oleh pemerintah daerah.

Sekolah TK ini memiliki siswa sebanyak  70 anak,  yang sebagian besar tinggal di kampung sekitar sekolah. Dengan adanya bencana ini, pihak sekolah tidak bisa cepat-cepat merenovasi bangunan karena dana terbatas. Satu-satunya jalan, terpaksa terus menggunakan gedung sekolah tersebut untuk kegiatan belajar mengajar dan sore harinya untuk kegiatan mengaji.

Informasi yang diperoleh @dakitanews.com menyebutkan bahwa, sebenarnya pihak pemerintah desa sudah pernah menyarankan ke pihak yayasan untuk minta bantuan rehab sekolah ke pemerintah. Namun hingga kini belum diketahui penyebab gedung sekolah itu belum juga direhab. Mungkin masih proposalnya masih dalam pengajuan atau mungkin juga belum mengajukan proposal bantuan. (Kmto/jati)

Tags: