Kediri(adakitanews.com)—Fery Dian Herlambang bisa bernafas lega. Karena, perjuangannya menjadi Sekretaris Desa Banjaranyar Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, terwujud.

Penantian tiga tahun lalu tepatnya pada tahun 2918, sejak adanya pendaftaran pengisian perangkat desa telah usai.

Fery Dian Herlambang kala itu tidak dilantik oleh Kepala Desa Banjaranyar Badrul Munir. Namun perjuangannya hingga ke Pengadilan Tata Usaha Negara, Surabaya menuai hasil.

Akhirnya, Kamis (26/8/2021), Fery Dian Herlambang, dilantik menjadi Sekretaris Desa di Desa Banjaranyar. Pelantikan itu dilantik langsung oleh Kades Banjaranyar, Badrul Munir.

Hadir seluruh tamu undangan, perangkat desa Banjaranyar, LPMD, RT/RW, Tokoh Agama, Masyarakat, dan Pemuda. Acara pelantikan dan pengangkatan perangkat desa itu berjalan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Dr. Susianto, selaku Kuasa Hukum Fery Dian Herlambang menjelaskan jika pihaknya sudah melalui proses yang ingkrah di Pengadilan Tata Usaha Negara.

Karena berdasarkan pengakuan dan fakta hukum yang terjadi selama proses di persidangan, terbukti kepala Desa Banjar Anyar ini tidak membuat surat keputusan itu sendiri.

Tetapi keputusan dibuat oleh Camat Kras pada waktu itu (2018). Jadi kepala desa yang menurut UUD punya kewenangan membuat keputusan, itu tidak membuat. Tetapi yang membuat proses dan mengetik sampai pada hari pelantikan itu camat itu fakta hukum di persidangan.

“Dari situlah cacat prosedur, jadi siapapun yang ingin jadi perangkat desa bukan kehendak oleh Kepala Desa Banjar Anyar, itulah yang menjadi masalah kasus camat Banjar Anyar,” jelasnya, Kamis (26/8/2021).

Sehingga majelis hakim pengadilan tata usaha negri Surabaya mengabulkan seluruh gugatan dari pihak Fery Dian Herlambang.

“Semua petitum (tuntutan) dikabulkan tanpa ada terkecuali,” tegas Susianto.

Kepala Desa Banjarnyar, Badrul Munir mengatakan, pihaknya melaksanakan pelantikan perangkat desa yakni jabatan Sekdes, dengan landasan patuh dan taat pada hukum sesuai putusan Pengadilan PTUN Surabaya.

“Saya melakukan pelantikan perangkat desa karena patuh dan tunduk sesuai keputusan hasil sidang dari PTUN Surabaya. Untuk itu hari ini saya laksanakan pelantikan,”jelas Badrul.

“Diharapkan, kepada Sekdes yang dilantik ini kedepannya dalam mengemban tugas dengan amanah dan baik serta melayani masyarakat dengan baik,”ungkap Kades Banjaranyar.

Sementara, Ketua Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Kediri Imam Jami’in, mengatakan pihaknya mendukung penuh langkah yang diambil Kepala Desa Banjaranyar, Badrul Munir. Karena, proses selama tiga tahun menghadapi polemik permasalahan pengangkatan perangkat desa di Desa Banjaranyar tidaklah mudah.

“Mengambil sebuah keputusan terkadang sulit. Karena perangkat desa yang kemarin sudah bekerja dan harus berhenti dan diganti. Untuk itu kami sebagai pengurus PKD Kabupaten Kediri mendukung penuh keputusan Kades Banjaranyar,” tutur Imam Jami’in, yang menjabat Kades Kalirong.

Imam Jami’in mengungkapkan. Kedepannya diharapkan bila nanti ada pengisian perangkat desa jangan sampai terjadi masalah seperti di Desa Banjaranyar. “Kami berharap kedepannya tidak ada permasalahan seperti ini,” ungkap Imam Jami’in.

Kepada perangkat desa yang dilantik, lanjut Imam Jami’in menuturkan. Ia berharap bekerja sesuai tupoksinya. Bekerja dengan baik. Melekat dengan pemerintah desa dan masyarakat.

“Harapan saya kepada perangkat desa yang dilantik di Desa Banjaranyar ini harus bisa bekerja sesuai tupoksinya. Jangan hanya bisa administrasi saja,”jelas Ketua PKD Kabupaten Kediri.(Gar).