ADAKITANEWS, Kota Blitar – Terik matahari menjelang sore, tak dihiraukan lagi bagi para pengejar mimpi, untuk mengharumkan Kota Blitar. Setiap hari, mereka datang ke lapangan untuk latihan. Bermodalkan busur dan panah, mereka bermimpi bisa menjadi atlet panahan yang berprestasi. Beruntung mereka mendapat bimbingan dari orang yang tepat, yakni Hendra Setiawan, yang kini menjadi Pelatih Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Blitar.

=========

Hendra, pelatih berusia 47 tahun ini mengungkapkan bahwa olahraga panahan di Kota Blitar berdiri sekitar tahun 1990, dengan kondisi sangat kekurangan atlet. “Saya lupa mulai tahun berapa saya melatih. Tapi saat itu, saya bisa dikatakan mempunyai prestasi tertinggi di Kota Blitar di bidang panahan ini. Jadi melihat kondisi ini, saya ingin menularkan kemampuan yang saya miliki kepada para generasi muda di Kota Blitar,” katanya saat dihubungi Tim Adakitanews.com, Minggu (14/05).

Dengan jerih payahnya, saat ini ada sekitar 30 atlet panahan di Kota Blitar, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga SMA. Bahkan diantara dari mereka juga masih ada yang latihan, meski sudah di jenjang perguruan tinggi. “Anggota kita sekitar 30-an, seperti atlet yang bernama Asifa, tapi dia sudah kuliah. Ada juga di jenjang sekolah seperti Victor, Noval,dan Indra,” paparnya.

Dengan giat latihan, lanjut Hendra, ia sangat yakin ada potensi besar bagi atlet panahan asal Kota Blitar yang mampu berbicara di even tingkat Provinsi maupun Nasional. Menurut Hendra, dalam latihan mereka harus fokus total dan tidak memikirkan hal-hal lain. Dengan begitu, mimpi mereka mengejar prestasi tidak akan mustahil dan bakal didapatkan.

“Rata-rata setiap even yang sifatnya membawa nama Kota Blitar selalu berhasil. Setiap kejuaraan di tingkat Jawa Timur, kita selalu menjadi juara umum kedua dan ketiga. Terakhir kita ikuti even tingkat nasional, yakni Jogja Open. Tapi dalam even ini atlet kami masih sedikit yang mampu mendapat medali,” jelas Hendra.

Saat ditanya kendala saat latihan, Hendra menuturkan, hal itu terjadi ketika para atlet mendekati ujian sekolah. Menurutnya, latihan otomatis akan berhenti sesaat. “Padahal pada olahraga setiap ada penghentian latihan maka secara fisik maupun teknik akan terganggu,” tuturnya.

Untuk diketahui, latihan panahan di Kota Blitar dilakukan setiap hari di area Jalan Kalasan Kota Blitar. Namun akan berpindah ke lapangan Mareno, jika akan ada perlombaan jarak jauh.(blt2)

Keterangan gambar: Suasana latihan panahan atlet Kota Blitar.(ist)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170512-WA0014-1-1024x768.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170512-WA0014-1-150x150.jpgREDAKSIOlahragaadakitanews,Berita,blitar,panahan
ADAKITANEWS, Kota Blitar – Terik matahari menjelang sore, tak dihiraukan lagi bagi para pengejar mimpi, untuk mengharumkan Kota Blitar. Setiap hari, mereka datang ke lapangan untuk latihan. Bermodalkan busur dan panah, mereka bermimpi bisa menjadi atlet panahan yang berprestasi. Beruntung mereka mendapat bimbingan dari orang yang tepat, yakni Hendra...