ADAKITANEWSf-Pemakan 2f-Pemakan 1, Nganjuk – Genap satu tahun keluarga pemakan bangkai, 3 anak mbah Ginem,80, warga Dusun Patik Desa Sonopatik Kecamatan Berbek dievakuasi pihak Polres Nganjuk ke rumah sakit Menur Surabaya. Setelah anak tertua mbah Ginem, yakni Sadinah,58, dipulangkan, kini giliran adiknya, Suparman,53, dipulangkan ke rumah karena mengidap penyakit gagal ginjal.

“Suparman kondisinya sudah membaik, namun dia mengidap penyakit gagal ginjal, sehingga kita pulangkan agar istirahat di rumah, sedangkan Suparti masih menjalani perawatan,” ujar Aiptu Nanik Yuliati, duta penanganan orang terbelakang mental dari Polres Nganjuk, Minggu (17/5).

Diketahui, Suparman adalah tulang punggung keluarga mbah Ginem. Maski terbelakang mental, Suparman tetap berusaha mencari makan untuk dua orang saudaranya. Bahkan, dia sampai membawa pulang bangkai ayam untuk diolah dan dimakan bersama keluargamya.

Sedangkan Sadinah, telah dipulangkan terlebih dulu. Kondisi Sadinah sebenarnya sudah 80 persen dinyatakan sembuh sejak dipulangkan dari rumah sakit Menur oleh Polres Nganjuk. Namun karena tidak pernah kontrol, kini kondisinya kembali seperti sebelum pengobatan. “Dulu saat baru pulang, Sadinah nampak sehat, tapi sekarang dia meracau lagi,” tutur Tumini, tetangga dekat keluarga mbah Ginem.

Kini tinggal Suparti yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Putri bungsu mbah Ginem ini menderita lumpuh sejak 8 tahun yang lalu akibat tabrak lari. Perempuan yang pernah menjadi kembang desa ini berangsur-angsur sudah pulih. Bahkan, dia sudah bisa berjalan sendiri. “Kondisi Suparti sudah mendingan, tinggal menunggu keputusan dokter untuk dipulangkan,” tukas Aiptu Nanik. (Jati/Adv)

Keterangan Gambar : Pemulangan Suparman, 53, anak Mbah Ginem, 80, yang dikenal sebagai pemakan bangkai saat dipulangkan dari RSJ Menur oleh Polres Nganjuk