Kediri (adakitanews.com) — Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Muhadjir Effendy, menggecek ketersedian beras di Gudang Bulog Kediri, Sabtu (19/9). Pengecekan ini untuk memastikan kesediaan beras yang akan didistribusikan kepada masyarakat dalam Program Keluarga Harapan (PKH).

Muhadjir mengungkapkan sebagai menteri, dia ingin memastikan program bansos berupa pembagian beras nanti untuk PKH itu apakah betul-betul sesuai dengan yang diterapkan. Ada empat aspek yang menjadi pantauannya dalam pendistrian beras bantuan ini.

“Ada empat aspek yang kami pantau dalam pendistribusian beras bantuan sosial dalam Program Keluarga Harapan ini,” ungkapnya.

Pantauan yang pertama adalah kesediaan beras. Muhadjir memastikan jika beras yang akan didistribusikan tersebut ada. Pantauan kedua adalah kualitas dari beras. Sesuai arahan presiden beras yang diberikan adalah beras bermutu atau beras medium.

Ketiga bobot, sesuai program 15 kg per bulan selama 3 bulan. Jika kurang harus dibongkar kembali. Keempat, masalah distribusi. Harus diberikan langsung kepada penerima. Tidak dikirim ke suatu tempat dan penerimannya mengambil sendiri.

Untuk memastikan berat beras tersebut sesuai dengan program Muhadjir mengecek berat satu karung berisi beras. Diketahui ada, beras yang kurang dari 15 kilogram. Sehingga Muhadjir meminta pihak bulog untuk mengecek ulang dan memastikan berat tepat 15 kilogram.

“Program bantuan ini akan dibagikan seberat 15 kilogram per bulan, selama tiga bulan,” ungkapnya.(Nu).