Menpora : Tidak Perlu Takut Sanksi FIFA

ADAKITANEWSMenpora-5 Madiun – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyatakan tidak perlu takut dengan segala ancaman FIFA yang dianggapnya ikut campur tangan urusan PSSI. Menpora menganggap berbagai tanggapan termuat disejumlah mass media atas pembentukan Tim 9, khususnya dari mantan Menpora Adhyaksa Dault tidak sepenuhnya benar.

“Ada pernyataan Adhyaksa Dault tertentu sengaja diplintir, sehingga menimbulkan tafsir salah dan menghakimi keberadaan Tim 9. Tadi pagi, beliau (Adhyaksa Dault) mengontak saya. Lalu, beliau menjelaskan berbagai hal soal pernyataan termuat di sejumlah mass media itu sebagian besar tidak benar,” ujarnya di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Sabtu (10/1).

Menurutnya pernyataan itu sengaja diplintir untuk kepentingan tertentu berasal dari kalangan mafia yang tidak ingin boroknya terbongkar. “Bisa jadi mereka risih, lalu dengan berbagai cara melakukan manuver menghantam Tim 9 dan saya. Lalu, bagaimana menghadapi mereka itu ? Saya tidak panik, apalagi takut,” ujarnya serius.

Menyinggung kerja Tim 9 dalam melakukan evaluasi menurunnya prestasi olahraga Indonesia, khususnya sepak bola, Imam Nahrawi mengatakan baru terbentuk dan baru saja mengadakan rapat perdana Senin (5/1) lalu, belum memberikan masukan maupun rekomendasi. “Soal hasil kerjanya tunggu saja,” tandasnya.

Tugas Tim 9 juga mengupas tuntas dan mencari jalan keluar dari berbagai permasalahan yang membelit tubuh persepakbolaan Indonesia. “Tugas tim 9 nantinya tak hanya mendampingi menteri tapi juga menggali, mengevaluasi, menelusuri soal kendala sepak bola negeri ini. Jadi dievaluasi banyak, mulai dari pembinaan pemain muda, keuangan, fasilitas, manajemen, dan lainnya,” ujar Imam lagi.

Menjawab pertanyaan soal jika ada anggapan dari FIFA bahwa langkah dilakukan itu sebagai bentuk intenvensi pemerintah. Ia menegaskan tidak takut dengan segala ancaman hingga pembekuan dilakukan FIFA. “Saya tidak takut dengan FIFA dan para mafia sepak bola. Saya hanya satu paling takut dengan Allah. Untuk apa FIFA ditakuti ? Tidak perlu itu,” tegasnya.

Ia menyatakan tujuan pembentukan Tim 9 itu, baik untuk melakukan pembenahan dari kebobrokan, jika FIFA melakukan ancaman tunggu saja aksi balik dilakukan. “Tunggu dan lihat saja nanti, tidak perlu berandai-andai. Sekali lagi, tidak perlu takut dengan FIFA, santai saja dengan mereka (FIFA) itu. Apa harus ditakuti ? Tidak ada,” ujarnya santai.

Dilaporkan, Imam Nahrawi ke Madiun dalam rangka menghadiri Seminar Nasional di kampus IKIP PGRI Kota Madiun untuk menjadi motivator. Kegiatan seminar itu diikuti ratusan mahasiswa IKIP PGRI, usai kegiatan seminar dirinya menyempatkan diri mengunjungi GOR Cendekia milik IKIP PGRI Kota Madiun, letaknya tidak jauh dari kampus.

Setelah itu, Imam Nahrawi juga mengunjungi area Stadiun Pangeran Timur di Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, melihat kondisi lingkungan. Turut mendampingi antara lain Ketua DPRD setempat Joko Setijono, Kepala Bappeda Tontro Pahlawanto, Kepala Dinas PU Arnowo Widjaja dan Kepala DKP Anang Sulistijono.

“Kami mengharapkan adanya bantuan dari Kemenpora untuk pengembangan sekitar Stadion Pangeran Timur seperti pembangunan GOR, apalagi lahan dimiliki masih tergolong luas,” jelas Joko Setijono. Menanggapi itu, Imam Nahrawi pun menyambut baik dan melihat dulu anggaran yang ada di Kemenpora. (UK)

Keterangan Gambar : Kemenpora Imam Nahrawi saat mengunjungi GOR di Caruban Madiun

Recommended For You