width=

ADAKITANEWS, Kota Madiun – Kota Madiun menjadi salah satu kota tujuan kunjungan Menteri Sosial, Khofifah Indarparawansa, selain Ponorogo, Trenggalek, serta Tulungagung, Senin (17/04).

Kunjungan Mensos kali itu, dipusatkan di alun-alun Kota Madiun dan dihadiri oleh jajaran Forkompimda, serta beberapa perwakilan Bank, yang agendanya adalah pemberian bantuan secara simbolis serta pemantapan bagi Pendamping dan Operator PKH (Program Keluarga Harapan) 2017.

Dalam sambutannya Mensos menyampaikan terkait keberhasilan PKH yang merupakan salah satu program untuk mempercepat pemerataan dan mengurangi kesenjangan sosial ekonomi. Dikatakan, PKH mempunyai keunggulan yakni dilihat dari penetapan kriteria penerima sebesar sembilan persen kelompok termiskin, sehingga lebih tepat sasaran.

Menurut Mensos, penerima KPH sewajarnya juga menerima BPNT, KIP, Rumah Layak Huni, dan subsidi listrik, sehingga bila secara komprehensif menerima bantuan, maka dalam lima tahun akan mampu mandiri.

Khofifah juga mengingatkan kepada ibu-ibu penerima manfaat, khususnya nanti dalam pencairan tahap dua yang diperkirakan bulan Juni, atau mendekati Lebaran, agar tidak mempergunakan uang bantuan untuk keperluan hari raya. “Uang bantuan, janganKarena bantuan PKH fokus bagi pendidikan anaknya,” ujar Khofifah.

Tujuan utama dari PKH sendiri, kata Khofifah, adalah agar masyarakat penerima manfaat mampu memenuhi kebutuhan dasarnya. “Sehingga kesenjangan antara kelompok masyarakat tingkat bawah dan tingkat atas tidak terlalu jauh,” lanjut Mensos.

Sementara Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto mengatakan, sampai saat ini sudah banyak keberhasilan yang dicapai Pemerintah Kota Madiun dalam usahanya mensejahterakan masyarakat Madiun. Seperti program pendidikan 12 tahun sebelum ada pengalihan kewenangan oleh Provinsi, jamiman kesehatan lewat jamkesmata, termasuk bantuan bagi PKL dan UMKM, yang seluruh pendanaannya telah mampu ditanggung lewat APBD Kota Madiun.(bud)

Keterangan gambar : Mensos bersama unsur Forkompimda dalam acara pengobatan gratis dan baksos PWI Sidoarjo.(foto: budiyanto)