ADAKITANEWS, Nganjuk – Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa meresmikan enam Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Anak yang Berhadapan dengan Hukum (LPKS ABH) di seluruh Indonesia, salah satunya di Kabupaten Nganjuk sebagai pusat rehabilitasi sosial bagi anak yang berhadapan dengan hukum.

Khofifah mengatakan, saat ini masih ada 8.900-an anak yang berhadapan dengan hukum dan untuk anak di bawah usia 18 tahun harus dibina. “Namun karena keterbatasan, saat ini masih dicampur dengan lembaga pemasyarakatan dewasa,” ujarnya.

Enam LPKS ABH yang diresmikan Khofifah tersebut adalah LPKS ABH Cokro Baskoro Kabupaten Nganjuk, LPKS ABH Kasih Ibu Kota Padang Sumatera Barat, LPKS ABH Insan Berguna Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, LPKS ABH Surya Kabupaten Padang Lawas Sumatera Utara, LPKS ABH Songulara Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah, dan LPKS ABH Kabupaten Subang Jawa Barat.

Ditambahkan Khofifah, saat ini ada sekitar 58 persen anak berhadapan dengan hukum yang divonis hukuman di bawah tujuh tahun penjara dan masih dibina di Lembaga Pemasyarakatan dewasa. “Sedangkan anak berhadapan dengan hukum yang divonis di atas tujuh tahun penjara sekitar 59 persen, juga masih dibina di Lembaga Pemasyarakatan dewasa,” imbuhnya.

Menurut undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak, bila vonisnya di bawah tujuh tahun akan dibina di LPKS ABH yang dikelola Kementerian Sosial. Sedangkan bila vonisnya di atas tujuh tahun, akan dibina di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) yang dikelola Kementerian Hukum dan HAM.(Jati)

Keterangan Gambar : Kemensos Resmikan LPKS ABH di Nganjuk.(Foto : Bagus Jatikusumo)