Mentan : Pemerintah Tak Kurangi Pupuk Subsidi

ADAKTANWSMentan-4, Ngawi – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman membantah adanya anggapan kelangkaan pupuk bersubsidi disejumlah daerah akhir-akhir ini, akibat pengurangan dilakukan pemerintah pusat. Justru, pemerintah tetap mempertahankan kuota pupuk bersubsidi, guna memenuhi kebutuhan pertanian dan peningkatan produksi pertanian.

“Itu tidak benar. Tulis yang besar-besar, ya. Pemerintah pusat tidak pernah mengurangi pupuk bersubsidi untuk pertanian di tahun ini (2015). Jika ada pihak tertentu beranggapan subsidi dikurangi, sekali lagi tidak benar,” ujarnya serius, sebelum kedatangan Presiden RI Joko Widodo di lapangan Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Sabtu (31/1).

Ia mengatakan kebutuhan pupuk untuk tiap propinsi hingga daerah dicukupi dan diatur pimpinan daerah setempat dari gubernur hingga bupati/walikota, sebab daerah setempat paling tahu menyangkut segala hal kebutuhan pupuk. “Pemerintah untuk tahun ini  saja, memberikan pupuk bersubsidi sebanyak 9,5 juta ton,” tandasnya.

Menurutnya anggapan kelangkaan pupuk bersubsidi terjadi, disinyalir adanya ketidaklancaran distribusi, sebab stok dipabrik mencukupi hingga untuk beberapa bulan kedepan. Guna memantau distribusi pupuk itu, Kementrian Pertanian menerjunkan satu orang petugas dan pabrik pupuk juga melakukan hal sama. “Hal itu, dilakukan untuk mengetahui hambatan distribusi,” ujarnya lagi.

Sisi lain, tambahnya, ada pemahaman belum dimengerti sejumlah kalangan, saat pimpinan daerah mengatur penyaluran pupuk bersubsidi tidak diberikan penuh langsung diawal tahun. Sehingga, memunculkan kesan terjadi pemgurangan pupuk untuk pertanian, padahal jika ada daerah mengajukan kekurangan pupuk dapat dipenuhi pada pertengahan tahun nanti.

Hal itu dibenarkan, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikutura Kabupaten Madiun M Najib mengatakan pagu pupuk bersubsidi untuk daerahnya awal tahun ini mengalami penurunan kurang dari 5% dibanding tahun sebelumnya (2014). “Tapi, kami diperbolehkan dan dijanjikan akan dicukupi jika ada pengajuan kekurangan pupuk pada Musim Kering (MK) II nanti,” jelasnya.

Pagu pupuk bersubsidi berdasarkan SK Gubernur Jatim untuk Kabupaten Madiun tahun 2015 ini yaitu ZA sebanyak 11.000 ton lebih, urea 22.000 ton, ZP 6.000 ton dan organik. “Memang, kesan pertama sepertinya pupuk bersubsidi dikurangi, semoga itu tidak terjadi,” ujarnya penuh harap.

Dilaporkan, Mentan Amran Sulaiman ke Kabupaten Ngawi untuk mendampingi Presiden Jokowi memberikan bantuan sebanyak 852 traktok dan 377 pompa kepada petani se Jawa Timur. Pemberian bantuan itu, sekaligus untuk mendongkrak kenaikan produksi pertanian khususnya padi, agar mampu mencapai swasembada beras 3 tahun kedepan. (UK)

Keraan gambar : Jelang Presiden RI Joko Widodo tiba di lapangan Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, untuk menyampaikan berbagai bantuan bagi pertanian di Jawa Timur. Terlihat, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman tengah berbincang-bincang dengan Bupati Ngawi Budi Sulistyono.

Recommended For You