Menteri Perlindungan Anak Bentuk Tim Khusus Dampingi Korban Saiful Jamil

IMG-20160219-00111ADAKITANEWS Jombang – Kasus dugaan pelecehan seksual oleh artis Saiful Jamil terhadap pelajar menjadi atensi khusus Kementrian Pemberdayaan Perempuan (PP) dan Perlindungan Anak (PA). Pihak Kementrian PP dan PA telah membentuk tim khusus untuk melakukan pemantauan terhadap penanganan kasus dengan korban DS, seorang pelajar yang masih dibawah umur.

“Saya pikir ini sudah menyalahi undang-undang perlindungan anak jadi tetap harus diberikan hukuman, tapi itupun harus dilakukan investigasi dan dikaji dulu apakah itu benar-benar terjadi. Kementerian kami sedang mengkaji itu. Kami sudah membentuk tim khusus untuk melakukan pendampingan dan perlindungan kepada saksi juga korbannya,” ujar Yohana Yambisei Menteri PP dan PA saat menghadiri diskusi dan seminar mewujudkan Jombang tanpa kekerasan dan Disriminasi, Jumat (19/02).

Lebih lanjut Yohana juga mencatat, penerapan undang-undang perlindungan anak dalam penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak sering tidak maksimal. Dia mencontohkan kasus Angeline di Bali hingga saat ini belum ada putusam meskipun ibu korban sudah dihukum seumur hidup.

“Sebenarnya undang-undang perlindungan ini yang tadi saya katakan bahwa belum dijalankan secara optimal dimana-mana. Contohnya kasus Angeline di Bali masih juga berjalan sampai sekarang belum ada putusan walaupun sementara waktu itu ibu Margareth itu kena penjara seumur hidup,” kata Yohana Yambisei

Guna memaksimalkan penerapan undang-undang perlindungan anak tersebut, pihak kementerian akan mengadakan pelatihan untuk jaksa dan hakim untuk mendapat sertifikat anak, sehingga bisa menangani isu-isu anak secara optimal.

Sementara, kasus dugaan pelecehan seksual dengan korban seorang pelajar berusia 17 tahun diduga dilakukan seorang artis Saiful Jamil.  Kasus ini saat ini masih dalam penanganan petugas Polsek Kelapa Gading, Jakarta.(Tari/Jati)

Keterangan Gambar : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambisei, saat menghadiri Diskusi dan Seminar Mewujudkan Jombang Tanpa Kekerasan dan Diskriminasi.

Recommended For You