P_IMG-20160220-00129ADAKITANEWS, Jombang – Pemerintah Pusat mendesak Pemkab Jombang, Jawa Timur,  untuk segera menyelesaikan upaya pembebasan lahan pembangunan jembatan Baru Ploso.  Sebab, hingga kini baru tiga tiang pancang yang sudah rampung dikerjakan sejak pertengahan tahun 2014 kemarin. Sementara, pembangunan kontruksi lainnya mangkrak tak tergarap akibat belum selesainya proses pembebasan lahannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Muhamad Basuki Hadi Moeljono, saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Jombang, Sabtu (20/02). Dia mengatakan, terkendalanya pembangunan Jembatan Baru Ploso bukan lantaran tidak adanya biaya. Tapi lebih disebabkan karena permasalahan belum tuntasnya upaya pembebasan lahan terdampak proyek.

“Jembatan Kali Ploso memang kita sudah bikin dua tiangnya kan ? terus karena ada pembebasan lahan yang terhenti maka saya minta beliau ini (Bupati Jombang— Red), nanti akan menangani. Tergantung pembebasan lahannya. Tahun lalu ada Rp. 23 milyar tidak terserap, nggak bisa kerja,” kata Muhamad Basuki.

Basuki berharap, Pemkab Jombang segera menuntaskan pembebasan lahan, mengingat pembangunan jembatan senilai puluhan miliar itu juga untuk kebutuhan masyarakat Jombang sendiri pada khususnya.

Ditanya soal target kapan pembangunan jembatan yang difungsikan dapat mengurai kemacetan di jalur yang menghubungkan Kabupaten Jombang dengan Kabupaten Lamongan serta jalur pantura ini, Basuki kembali melimpahkan target tersebut kepada pemkab Jombang.

“Kendalanya itu hanya pembebasan lahan. Maka sudah menjadi tugas Pemkab Jombang, karena sudah direncanakan sejak 2012 lalu,” jelas Basuki.(Tari/Jati)

Keterangan Gambar : Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Muhamad Basuki Hadi Moeljono, saat meresmikan Rumah Susun di Pesantren Darul Ulum, Desa Kepuhdoko, Jombang.