2015-07-23_18.30.53

ADAKITANEWS, Ponorogo – Dwi Ratno alias Joko,49, warga Desa Menggare, Kecamatan Slahung, ditangkap subnit II Sat Reskrim Polres Ponorogo atas dugaan sebagai pengedar uang palsu (Upal). Pelaku ditangkap di rumah kost Naga Putih Jalan Anggrek Gang I Kelurahan Bangunsari, Kecamatan/ Kabupaten Ponorogo, Rabu (22/7) siang lalu.

“Anggota mengamankan seorang yang diduga sebagai pengedar upal bersama barang bukti senilai ratusan juta rupiah,” jelas Kapolres Ponorogo AKBP Ricky Purnama didampingi Kasat Reskrim AKP Hasran, Kamis (23/7).

Penangkapan Dwi Ratno alias Joko berawal digelarnya giat razia rutin dilakukan Polres Ponorogo dengan sasaran kendaraan roda empat di Jalan Sultan Agung, Kabupaten Ponorogo (kota). Dalam razia itu petugas menemukan satu kotak hitam berisi alat untuk membuat upal berikut 2 buah master uang kertas pecahan Rp 100 ribu dan pecahan 50 ribu dalam mobil pelaku.

Upal itu tersimpan dibawah jok depan kendaraan roda empat Toyota Avanza Nopol W 832 BQ. Dari temuan di dalam mobil rental yang dikendarai pelaku.  Petugas melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkap dan mengamankan penyewa mobil rental yang diduga sebagai pemilik barang temuan dan berhasil menemukan tiga bendel uang palsu senilai Rp 300 juta di rumah kost tempat tersangka menginap.

“Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 3 bendel (tiga ribu lembar) dengan nilai Rp 300 juta, uang kertas pecahan 100 ribu menyerupai uang asli yang dibaliknya terdapat tulisan kecil  mainan, 1 buah korek api model senjata api FN lengkap dengan sarungnya,” ujar AKBP Ricky Purnama lagi.

Selain itu, petugas juga mengamankan 2 buah laptop beserta sejumlah flasdisk, 5 unit telephone genggam. Dalam memori hp tersebut, terdapat foto pelaku menggunakan pakaian dinas polisi dengan pangkat Aiptu.

Guna penyelidikan lebih lanjut, Polres Ponorogo mengirim barang bukti ke laburatorium forensik (Labfor) Polda Jatim. Polres juga mendatangkan saksi ahli Bank Indonesia (BI) untuk pendalaman perkara kasus tersebut.

“Pelaku kita jerat pasal 53 KUHP jo Pasal 36 ayat 3, sub ayat 2, sub ayat 1 UU RI No. 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun, ujar Kapolres. (UK)

Keterangan Foto : Gelar penangkapan kasus pengedar uang palsu di mapolres Ponorogo.