2015-08-28_14.20.172015-08-28_14.20.50

ADAKITANEWS, Madiun – Petualangan Saifudin,36, warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, sebagai peracik dan pengedar jamu terlarang berakhir sudah. Saifudin ditangkap petugas Reskoba Polres Madiun, setelah kedapatan mengedarkan sejumlah botol jamu dalam kemasan botol di daerah pegunungan Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

“Berawal informasi dari masyarakat di Kecamatan Kare dan Dagangan, ada penjualan jamu illegal, kami langsung lakukan pengembangan. Petugas menyamar meminta kiriman jamu diedarkan tersangka, kemudian tersangka mendatangi petugas dengan membawa sejumlah botol jamu hasil racikan sendiri,” jelas KBO Sat Reskoba Polres Madiun Ipda Gaguk Widodo, Jum’at (28/8).

Begitu disodorkan sejumlah botol jamu itu, tambahnya, petugas langsung menangkap tersangka. Pelaku mengakui meracik jamu itu di rumahnya. Petugas langsung mendatangi rumah tersangka dan mendapati sejumlah barang bukti (BB) dari racikan jamu dari air biasa dicampur berbagai jenis obat hingga bahan kimia.

Akhirnya, seluruh BB dibawa ke Mapolres Madiun guna kepentingan penyidikan.  Tersangka mengakui sejak lama melakukan itu. “Seluruh produk diracik dan diedarkan sendiri di kawasan pelosok pegunungan dengan harapan tidak dikenali petugas. Per botol jamu dilebeli berkhasiat untuk pegel linu hingga asam urat dijual per botol Rp 1.900,” ujar Ipda Gaguk Widodo lagi.

Atas perbuatannya tersangka mengakui hanya lulusan Madrasah Tsanawiyah ini dijerat pasal 197 atau 196 UU Nomor 36/2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. “Jamu itu dijual dengan cara dititipkan ke warung-warung kecil, diambil tiap pekan atau 2 pekan sekali. Pemilik warung diminta menjual Rp 2.500,” tandasnya.

Kepada petugas, Saifudin mengakui mengedarkan jamu di daerah pelosok guna menghindari petugas keamanan maupun kesehatan. “Saya memang sengaja edarkan daerah pelosok, agar tidak mudah dikenali aparat keamanan, dinas kesehatan hingga instansi terkait. Saya bisa racik dan edarkan. Racikan itu  hasil dari turun temurun, namun baru kali ini ketahuan petugas,” ujarnya singkat. (UK)

Keterangan Gambar : Barang bukti (BB) jamu racikan dalam kemasan botol bekas dan sejumlah cairan campuran dengan dilebel jamu pegel linu serta asam urat, dibuat Saifudin, 36, warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.