ADAKITANEWS, Blitar – Lantaran menimbulkan suara berisik, aktivitas bongkar muat barang berupa kendang jimbe di Desa Kuningan Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar diprotes warga. Pasalnya bongkar muat barang yang rencananya bakal di ekspor ke China tersebut dilakukan malam hari, sekitar pukul 22.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB.

Menurut Ketua RT 1/RW 4 Desa Kuningan, Suparno, setelah dicek oleh warga, ternyata bongkar muat pemindahan dari ruko ke kontainer tersebut dilakukan oleh dua Warga Negara Asing (WNA) China yang diketahui bernama Yang Chan Jia, 35, dan Jiao Ba Jiao, 32, dibantu oleh beberapa kuli. Namun sejauh ini ia mengaku jika kedua WNA tersebut belum melaporkan keberadaannya di ruko tersebut kepadanya. “Mereka sampai sekarang belum melaporkan kegiatannya. Namun saat ditanya warga, orang yang mendampingi kedua WNA ini bilang sudah lapor RT,” katanya, Rabu (05/04).

Karena resah dan terkendala keterbatasan komunikasi, lanjut Suparno, warga pun berinisiatif untuk melaporkan keberadaan WNA itu ke kantor Imigrasi Blitar.
Mendapat laporan warga tersebut, pihak kantor imigrasi langsung mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan kelengkapan dokumen kedua WNA tersebut. “Kami langsung melaporkan 2 WNA itu. Dan pihak dari kantor imigrasi langsung datang kesini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Blitar, Hendra mengatakan, begitu mendapat laporan dari warga, pihaknya langsung menuju lokasi untuk mengecek WNA tersebut. “Kami sudah cek semua dokumen, dan memang dokumennya sudah lengkap, baik dari paspor maupun visa,” tutur Hendra.

Menurut Hendra, permasalahan antara warga dan kedua WNA tersebut hanya karena kurangnya komunikasi terkait aktivitas bongkar muat yang dilakukan di Desa Kuningan, yang saat ini sudah bisa diselesaikan. Namun pihaknya menyayangkan pemilik ruko yang disewa kedua WNA tersebut tidak melaporkan ke pihak imigrasi terkait keberadaan kedua WNA China tersebut.

“Kami kecewa dengan pemilik ruko. Misalnya WNA ini masuk dari Surabaya namun tinggal di Blitar, seharusnya tetap lapor ke kantor imigrasi Blitar karena sudah berbeda daerah. Agar ketika ada masalah seperti ini mudah untuk diselesaikan,” tandasnya.

Setelah dilakukan mediasi antara kedua belah pihak, akhirnya disepakati agar aktivitas bongkar muat dilakukan menggunakan kendaraan berukuran kecil, agar tidak menimbulkan suara berisik. Sementara terkait keberadaan kedua WNA China disana, warga mengaku tidak keberatan asalkan memiliki dokumen yang lengkap dan melaporkan keberadaannya ke kantor imigrasi dan ketua RT setempat agar warga tidak curiga.(blt2)

Keterangan foto: Suasana pengecekan dokumen 2 WNA.(ist)