ADAKITANEWSSeptic Tank-1, Ngawi – Jirah,70, dan menantunya Andriyanto,35, warga Dusun Sambirejo, Desa Sambirejo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, ditemukan tewas setelah terperosok ke septic tank sedalam 4 meter, Senin (13/4) sekitar pukul 17.30 Wib. Untuk dapat mengevakuasi jasad kedua korban, warga membutuhkan waktu lebih dari 1,5 jam.

“Keterangan pihak keluarga, setelah itu Andriyanto baru tiba dari Cilacap, Jateng, bermaksud menolong ikut terjebur. Kemudian, datanglah Supriyanto anak Jirah bermaksud menolong, namun gagal dan ikut terjebur. Beruntung, warga mendengar teriakan minta tolong dan berdatangan dengan membawa tangga,” jelas Susilo warga sekitar, Selasa (14/4).

Supriyanto sempat diselamatkan warga, meski kondisinya lemah dan langsung dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Ngrambe untuk mendapatkan perawatan medis.

Kejadian itu bermula saat Jirah sedang mandi sore. Kamar mandi itu terletak diluar rumah berdekatan dengan septic tank. Diduga lantai kamar mandi yang terbuat dari bambu licin setelah diguyur hujan sebelumnya. Sehingga nenek tersebut terpeleset dan jatuh.

Saat kejadian, Andriyanto kebetulan pulang ke rumah Yuyun istrinya untuk menunggu proses persalinan anak lahir. Celakanya, Andriyanto justru ikut menjadi korban dan tewas bersama sang mertua.

Terpisah, Kapolsek Ngrambe AKP Eko Setyo Martono mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, kedua korban meninggal diduga akibat menghirup gas beracun di dalam septic tank. “Sesuai keterangan sejumlah saksi, kejadian itu murni kecelakaan atau tidak ada unsur disengaja,” ujarnya.

Dilaporkan, kondisi Supriyanto setelah menjalani perawatan intensif hingga Selasa (14/4) siang lalu, makin membaik. “Kondisinya mulai membaik, meski masih terlihat lemah, sebab usai menghirup gas beracun dari dalam septic tank,” ujar seorang perawat Puskesmas Ngrambe dihubungi melalui telepon, (UK)

Keterangan Gambar : septic tank maut berada dibelakang rumah Jirah, sebelumnya hanya ditutupi bambu. Septic tank itu membawa 2 korban  tewas.