ADAKITANEWS, Tulungagung – Sebanyak 25 siswa kelas 1 SD Islam Al Munawar Tulungagung bersama sejumlah guru berkunjung ke markas Pemadam Kebakaran (Damkar) Tulungagung. Mereka datang untuk mendapatkan pengenalan materi dasar pengenalan alat-alat yang digunakan untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran.

Menurut Kepala Bidang Damkar Satpol PP Tulungagung, Rakidi, kunjungan siswa sekolah dasar ke markas Damkar adalah untuk pengenalan dasar tata cara memadamkan api. “Pengenalan bahaya api perlu disampaikan sejak usia dini. Meski secara praktik mereka tidak diberikan secara menyeluruh, minimal mereka memiliki pengetahuan tentang alat apa saja yang dipergunakan untuk pemadaman api,” kata Kabid Damkar Satpol PP Tulungagung, Rakidi, Kamis (25/01).

Lanjut Rakidi, markas Damkar sudah sering mendapatkan kunjungan dari beberapa sekolah di Tulungagung dan sekitarnya, mulai dari PAUD, TK hingga Sekolah Dasar. Hanya saja Rakidi menyayangkan kunjungan ke markas Damkar ini hanya didampingi guru pembimbing, tanpa menyertakan orang tua siswa.

Rakidi mengatakan, keterlibatan orang tua sangat penting, agar mereka bisa memberikan penjelasan ketika ada kejadian di lingkungan rumahnya. “Seharusnya, mereka (siswa,red) juga didampingi orang tuanya, sehingga mereka juga dapat terlibat langsung cara padamkan api yang benar dan aman,” katanya.

Di markas Damkar tersebut siswa dipandu langsung petugas. Mereka mendapat pengetahuan dan pengenalan dasar alat-alat yang digunakan untuk memadamkan api. Selain itu juga disampaikan cara memadamkan api dengan menggunakan karung goni, alat pemadam api sederhana, dan semprotan dari kendaraan Damkar.

Meski tidak terlibat langsung dalam proses memadamkan api, mereka menyaksikan guru pendampingnya memeragakan cara memadamkan api dengan menggunakan karung goni dan alat pemadam kebakaran sederhana. Baru ketika proses pemadaman api dengan menggunakan semprotan dari mobil Damkar, siswa diberi kesempatan untut terlibat bersama guru dan petugas Damkar.

Salah seorang siswa, Adelia Yunita Putri, mengatakan bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya terlibat langsung dalam memadamkan api. Meski mengaku takut, namun dirinya merasa senang mendapatkan pengetahuan memadamkan api.

“Rasanya takut melihat api, tapi senang bisa ikut memadamkan dengan selang semprotan. Kalau ada kesempatan, ingin kesini lagi,” kata Adelia Yunita Putri, siswa kelas 1 SD Islam Al Munawar.

Di akhir kunjungan, siswa dan guru pendamping diberi kesempatan untuk naik mobil Damkar terbaru. Mereka pun saling berebut untuk naik kendaraan tersebut agar mendapat duduk di bagian depan.(bac)

Keterangan gambar : Siswa dan guru SD Islam Al Munawar Tulungagung saat memadamkan api.(foto : acta cahyono)