width=

20161019_112048ADAKITANEWS, Kediri – Posko perjuangan anti korupsi yang digagas oleh Khoirul Anam dan Agustianto beberapa bulan lalu kini hanya tinggal kenangan. Pasalnya, kedua aktivis itu tidak lagi memiliki sumber pendanaan yang pasti dalam mengawal kasus dugaan tindak pidana korupsi TP3 Kediri.

Pantauan adakitanews.com, posko perjuangan anti korupsi yang berlokasi di Jl. Pamenang Ngasem sudah beberapa hari ini ditinggal oleh para aktivisnya. Penelantaran posko oleh pegiat anti korupsi di Kediri itu hingga menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat.

“Dimana mereka (AP2AK-red), beberapa hari ini kami melintasi Jl. Pamenang jarang menjumpai keberadaannya di posko,” ungkap Sandy M. seorang pelintas di depan Posko Perjuangan.

Menurutnya, keberadaan AP2AK di Kediri sempat menjadi sorotan publik beberapa bulan lalu, karena telah melaporkan pengurus TP3 Kediri pada Kejaksaan Negeri Ngasem terkait dugaan korupsi. Ia berharap, AP2AK segera kembali ketengah-tengah masyarakat dan mengambil peran sebagai pegiat anti korupsi yang memiliki dedikasi. “Jangan setengah hati, kami yakin AP2AK bisa,” harapnya.

Sementara Agustianto menuturkan, AP2AK sekarang lagi membutuhkan sumber pendanaan untuk terus mengawal dugaan tindak pidana korupsi TP3 Kediri. Pihaknya menegaskan, laporan AP2AK mengenai TP3 Kediri akan terus berlanjut.

“Sementara waktu kita break dulu karena lagi butuh pendanaan,” tuturnya.

Untuk diketahui, Agutianto akan melaporkan TP3 Kediri pada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur apabila terdapat bukti baru. (blot)

Keterangan Gambar: Kondisi Posko Perjuangan Anti Korupsi saat di tinggalkan dua aktivisnya. (foto: iwan fahmi)