Olah tkp rumah penjual Miras

ADAKITANEWS, Blitar – Jelang Ramadhan 5 orang tewas mengenaskan setelah menenggak minuman keras (Miras) oplosan jenis arak jowo di sebuah rumah di Lingkungan Jatimalang Kecamatan Kepanjen Kidul, Kabupaten Blitar. Kelima korban tewas adalah Luki,21, Sunoto ,38, Bambang Budi Utomo,34, Parman45,, dan Dani Nurcahyo,29. Kelima pria itu tewas setelah berpesta miras pada hari selasa (16/6) siang di rumah Sunoto.

Sebelum meninggal para korban merasakan pusing, mual dan muntah dan sempat dirawat dirumah sakit. Anehnya para korban itu tidak langsung tewas, bahkan beberapa korban masih sempat bekerja keesokan harinya. Gejala awal menjemput maut terjadi pada Rabu pagi ketika para korban merasakan dada sesak, pusing, mual dan muntah-muntah. Korban Luki dan Sunoto adalah warga Lingkungan Jatimalang Kecamatan Kepanjen Kidul, sedangkan Bambang adalah warga Kelurahan Bendo Kota Blitar,  Parman warga Papungan Kecamatan Kanigoro dan Dani adalah warga Kuningan Kecamatan Kanigoro.

Para korban mati secara bergiliran,  dimulai dengan Luki yang mati pada Rabu jam 7 pagi dilanjutkan dengan kematian Sunoto pada jam 7 malam, lalu berikutnya Bambang menyusul mati pada Kamis dini hari begitu pula dengan Parman dan Dani. Sebelum meninggal, para korban sempat dibawa ke rumah sakit. Namun karena kondisi drop yang sangat cepat disertai dengan sesak nafas maka akhirnya para korban itu langsung tewas.

“Setelah minum arak suami saya tidak merasakan apa-apa, baru Rabu sore itu kondisinya drop diawali dengan pusing, mual, dan muntah. Kami lalu membawanya ke rumah sakit, namun karena kondisi semakin drop dan kritis akhirnya meninggal dunia.” kata Istiqomah, istri Sunoto, salah seorang korban.

Pihak kepolisian pun akhirnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan beberapa saksi. Dari keterangan saksi, diketahui, miras oposan tersebut dibeli para korban dari seeorang yang bernama Sugeng, warga Dusun Palulo, Kecamatan Nglegok.

Namun saat dilakukan penggerebakan dirumahnya, Sugeng berhasil melarikan diri. Di rumah itu, petugas akhirnya mengetahui bahwa rumah itu dijadikan lokasi pembuatan miras oplosan.

Polisi selanjutnya menyita seluruh botol dan barang yang digunakan untuk mengoplos miras berupa puluhan botol air mineral, sirup madu aneka rasa dan ratusan sachet minuman serbuk berenergi.

Setelah buron beberapa waktu, Sugeng akhirnya dapat ditangkap dievakuasi dari rumahnya di Kelurahan Sukorejo Kota Blitar, Sugeng pun dijerat dengan pasal 304 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Pelaku langsung kita tetapkan sebagai tersangka. Kita akan jerat tersangka dengan pasal 304 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” jelas Kapolres Blitar AKBP Yossy Runtukahu. (wir/Kmto)

Keterangan Foto : Olah TKP oleh pihak Polres Kota Blitasr di tempat penjual Miras