Miris, Selama Satu Tahun Ribuan Istri di Kabupaten Kediri Gugat Cerai Suami

unnamed (1)ADAKITANEWS, Kediri – Angka gugat cerai di Kabupaten Kediri sangat memprihatinkan. Terbukti, dari data Pengadilan Agama Kabupaten Kediri selama tahun 2015, sebanyak 3.949 kasus perceraian terjadi. Mayoritas, alasannya hanya persoalan klasik, yakni tidak ada tanggung jawab dari pihak suami.

“Cerai gugat di tahun 2015 sangat banyak terjadi, apalagi yang mengajukan cerai adalah dari si pihak istri dan terjadi akibat tuntutan tidak ada tanggung jawab dari suami, ” kata Ariadi, Humas Pengadilan Agama Kabupaten Kediri, Jumat(22/01).

Selain pihak suami yang tidak bertanggung jawab, alasan lain perceraian terjadi karena persoalan ekonomi. Tercatat ada 817 kasus perceraian karena ekonomi. Ada lagi, yakni karena kawin paksa atau hamil duluan sebelum nikah, namun presentasenya sangat sedikit.

Jika dihitung mulai Januari hingga Desember 2015 tercatat 3.949 perkara gugatan pencerian yang ditangani Pengadilan Agama Kabupaten Kediri. Diantaranya, 2807 perkara cerai gugat dan si penggugat adalah sang istri, sedangkan 1142 adalah cerai talak dan yang mengajukan cerai adalah pihak suami. faktor-faktor penyebab penceraian selain di atas ( tidak ada tanggung jawab,masalah ekonomi dan kawin paksa) ada juga seperti masalah cemburu, kawin di bawah umur dan juga seperti menyakiti jasmani.(zam)

Keterangan Gambar : Ilustrasi kawin cerai di Kabupaten Kediri yang jumlahnya cukup besar.

Recommended For You