IMG_9956IMG_9957@dakitanews Kediri – Penipuan yang mengatasnamakan pihak Bank maupun operator seluler kemlai marak terjadi. Lemahnya pengetahuan ataupun informasi ke masyarakat menjadi alasan orang menjadi korban penipuan. Kamis, (10/12),

Modus penipuan yang mengatasnamakan pihak Bank terjadi di Kediri. Penipuan nyaris menimpa Agata Ariprili Astuti,18, warga Desa Bulurejo, Kecamatan Papar yang masih duduk di bangku sekolah di salah satu SMA favorit di wilayah Pare, Kabupaten Kediri.

Modus Penipuan yang dialami Agata penipuan melalui telepon seluler. Kejadian selasa siang (10/12) berawal saat Agata pulang sekolah sekitar pukul 11.00 Wib. Tiba-tiba Agata mendapat telephon dari nomor yang tidak dikenal yang mengaku pegawai dari Bank Mandiri Pusat. Penelpon memberitahukan bahwa Agata berhak mendapat hadiah dari program akhir tahun Bank Mandiri berupa uang senilai delapan juta rupiah dan hadiah langsung berupa pulsa seluler sebesar lima ratus ribu rupiah.

Untuk mendapatkan hadiah tersebut Agata mengaku disuruh untuk menyediakan dana di dalam rekeningnya sebesar 10% dari hadiah yang akan diterimanya. Mengetahui sisa saldonya tidak sebesar seperti yang diminta oleh penelpon, Agata menyampaikannya kepada pelaku bahwa di rekeningnya tidak mencukupi.

Pelaku menyarankan untuk meminjam teman atau kerabat. Sebelumnya, Agata disuruh untuk memasukan Kode nomor e-cash yang diberikan oleh pelaku di ATM Mandiri yang berada di area Pare.

Setelah melakukan transaksi dan memasukan kode nomor tersebut, keluar slip dari ATM yang berisi bahwa dirinya berhak mendapat hadiah. Tidak hanya slip yang menunjukan dirinya mendapatkan hadiah, Agata juga mengaku mendapat pesan dari layanan seluler bahwa nomornya telah terisi pulsa sebesar lima ratus ribu. Kedua bukti tersebut semakin membuat yakin Agata.

Karena Saldo yang tidak mencukupi akhirnya Agata pulang dan menyampaikan kepada orang tuanya dengan menunjukan print out ATM Bank Mandiri yang bertuliskan “cust service MDRI Program akhir tahun 2014, MANDIRI e.CESH Bagi bagi HADIAH info: www.mdri.com CS MANDIRI()6281217922793”. Anehnya pelaku sejak awal melarang Agata mematikan atau memutus pembicaraan dengan pelaku. Agata mengaku pembicaraan tersebut hingga lebih dari dua jam.

Mendapat informasi dan mengetahui slip printout itu dari Bank Mandiri, Gagat,48, orang tua Agata, akhirnya memutuskan untuk mendatangi Kantor Cabang Bank Mandiri Kediri. ”Karena printout itu dari ATM Mandiri ya saya ajak anak saya untuk mengklarifikasi ke Bank Mandiri Kota”, ujar Gagat.

Setibanya di Kantor Cabang Bank Mandiri, Gagat mengaku langsung menemui Costumer Service sembari menceritakan kejadian yang dialami anaknya. Gagat juga mengatakan bahwa pihak Bank membenarkan jika slip yang dibawa Agata dari ATM tersebut memang slip Bank Mandiri, tetapi Costumer Service tersebut mengaku bahwa program berhadiah tersebut tidak pernah diadakan oleh Bank Mandiri.

“Kami tidak ada program bagi-bagi hadiah atau uang, coba kita periksa kebenaran penelpon tersebut” ungkap Gagat menirukan saran petugas bank.

Selain itu, petugas tersebut juga menyarankan Agata untuk menuruti permintaan pelaku. Namun saat proses pengiriman uang, petugas dari Bank Mandiri meminta Agata untuk menyerahkan telponnya. ”Stop jangan dilanjutkan!” Seraya meminta telepon genggam milik Agata.

Kemudian petugas Bank Mandiri mengambil alih pembicaraan dan mengaku ibu Agata. Setelah terjadi pembicaraan, akhirnya petugas bank baru memberitahukan identitasnya bahwa dia sebagai petugas Bank Mandiri.

Akhirnya penelpon bergegas mematikan sambungan telpon yang tidak terputus sekitar dua jam lamanya tersebut. ”Ini penipuan pak, tidak usah diteruskan” tegas petugas Bank Mandiri kepada orang tua Agata.

Selang beberapa menit kemudian, siswi SMA Pare ini dihubungi kembali oleh pelaku, dengan nada menyalahkan kenapa pembicaraan diberikan ke orang lain. Selain itu pelaku juga mengatakan bahwa Agata gagal mendapat hadiah.

Saat dimintai konfirmasi perihal permasalahan tersebut, Sisnanto Azis, selaku Kepala Cabang Kantor Bank Mandiri Kediri mengatakan kejadian tersebut memang benar adanya. Namun pihaknya mengaku bahwa Bank Mandiri tidak pernah mengadakan program untuk bagi-bagi hadiah apapun. Sisnanto juga mengatakan jika memang ada program bagi-bagi hadiah, maka pemberitahuannya juga tidak akan melalui telepon.

“Ia, memang benar kemarin ada laporan seperti itu. Tapi Bank Mandiri tidak pernah mengadakan program bagi-bagi hadiah, apalagi pemberitahuannya melalui telepon”, ujar Sisnanto.

Dari permasalahan tersebut, Sisnanto menghimbau informasi kepada masyarakat agar berhati-hati dengan modus-modus penipuan melalui telepon. “Banyaknya modus penipuan seperti yang mengatasnamakan Bank seperti ini memang marak. Saya meminta masyarakat lebih berhati-hati, kalau ada hubungannya dengan kami langsung saja hubungi kami atau bisa langsung kirim aduan”, lanjutnya.

Perlu diketahui bahwa kejadian ini belum sampai menimbulkan kerugian, namun dengan semakin maraknya modus penipuan seperti ini diharapkan masyarakat lebih waspada, sehingga tidak ada korban selanjutnya.(bimo)

Keterangan Gambar: Kantor Bank Mandiri Kota Kediri

RedaksiHukum Kriminalbank,mandiri
@dakitanews Kediri – Penipuan yang mengatasnamakan pihak Bank maupun operator seluler kemlai marak terjadi. Lemahnya pengetahuan ataupun informasi ke masyarakat menjadi alasan orang menjadi korban penipuan. Kamis, (10/12), Modus penipuan yang mengatasnamakan pihak Bank terjadi di Kediri. Penipuan nyaris menimpa Agata Ariprili Astuti,18, warga Desa Bulurejo, Kecamatan Papar yang masih...