2015-08-04_17.39.52

ADAKITANEWS, Jombang – Sejumlah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dari beberapa provinsi, menilai pelaksanaan Muktamar ke 33 NU di Jombang, Jawa Timur cacat prosedur. Namun demikian, sejauh ini pengurus wilayah belum akan menentukan sikapnya. Mereka juga berharap dan berjanji tidak akan menggelar Muktamar tandingan.

Pernyataan itu dilontarkan, Wakil Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH Fadlolan Musyaffa, saat menggelar jumpa pers dengan awak media bersama PWNU Papua Barat dan Banten, di Media Center Muktamar.

Kata Fadlolan, proses yang tidak sesuai prosedur di antaranya, sidang pleno Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) tanpa adanya pemandangan umum untuk menanggapi LPJ. Pimpinan sidang memaksakan kehendaknya dan menerima LPJ dihadapan muktamirin.

“Banyaklah, perjalanan kepengurusan itu termasuk NU itu tidak ada konsolidasi kebawah, baik dicabang atau wilayah. Kemudian apalagi PCI NU di luar negeri tidak tersentuh sama sekali. Ya sekarang, periode ini, urusan organisasi saja sudah tidak beres apalagi urusan perjalanan program kerja dan seterusnya”, kata Fadlolan Musyafa, selasa (04/08/15).

Namun demikian mereka akan tetap mengikuti pelaksanaan muktamar hingga berakhirnya nanti. Meskipun proses selama berlangsungnya muktamar, pelaksanaannya dianggap banyak menyalahi ketentuan Anggaran Dasar (AD)/Anggaran Rumah Tangga (ART) NU.

Lebih lanjut Fadlolan menuturkan, masih banyak lagi PWNU lainnya yang menolak anggapan PBNU bahwa hasil pleno LPJ diterima seluruh Muktamirin yang kemudian disahkan oleh pimpinan sidang. Bahkan dia mengklaim, dari 36 PWNU se-Indonesia, sebanyak 29 di antaranya menginginkan sidang pleno LPJ dibuka dan dilanjutkan kembali.

Sementara, KH Makmur Masyhur, dari PWNU Banten saat jumpa pers mengatakan, hingga saat ini masih menunggu perkembangan dan berupaya melakukan pendekatan kepada semua pihak, agar permintaan dipenuhi dengan tetap menujukkan sikap santun. Kata Makmur, mengingat NU adalah ormas keagaman terbesar di dunia.(Tari/Jati)

Keterangan Gambar : PWNU Banten, Jateng dan Papua Barat jumpa pers di media center Muktamar NU.