ADAKITANEWS, Kota Kediri – Mulai hari ini, Rabu (25/10), pengemudi aplikasi Go-Jek dilarang mengangkut penumpang di wilayah Kota Kediri. Jika diketahui masih ada Go-Jek yang masih beroperasi, terpaksa akan dihentikan dan penumpang juga akan diturunkan.

Larangan tersebut disampaikan ratusan pengemudi becak usai menggelar aksi demo di kantor Walikota Kediri, dan dilanjutkan ke kantor perwakilan Go-Jek di Jalan Brigjen Katamso Kelurahan Kampungdalem Kecamatan Kota, Kota Kediri, Rabu (25/10) siang.

Massa yang mengatasnamakan diri sebagai Persatuan Abang Becak se-Kota Kediri, awalnya menggelar aksi di depan kantor Walikota Kediri, menuntut janji Walikota untuk dipertemukan dengan perwakilan Go-Jek Kediri. Namun setibanya di Balaikota, massa hanya diterima beberapa perwakilan dari Pemkot Kediri, dan menggelar hearing menuntut agar aplikasi online tersebut dibubarkan dan dilarang beroperasi.

Salah satu perwakilan massa, Suparli mengatakan, hasil dari hearing tersebut para tukang becak dijanjikan untuk dipertemukan dengan perwakilan Go-Jek pada Kamis (26/10) besok. “Hari ini kami menagih janji katanya mau dipertemukan dengan perwakilan Go-Jek. Tapi ternyata dijanjikan besok Kamis (26/10) pagi pertemuan lagi,” ujarnya.

Lantaran tuntutannya agar Go-Jek di Kota Kediri dibubarkan belum terkabulkan, massa akhirnya bergerak menuju kantor perwakilan Go-Jek. Di depan kantor yang saat itu sedang tutup, massa juga sempat meminta untuk melakukan penyegelan. Namun upaya tersebut berhasil diredam usai adanya mediasi antara perwakilan tukang becak dengan Camat Kota dan Lurah Kampungdalem.

Korlap Aksi, M Khusairi mengatakan, meski tidak berhasil melakukan penyegelan terhadap kantor Go-Jek, pihaknya tetap meminta agar seluruh pengemudi Go-Jek untuk tidak mengangkut penumpang hingga persoalan antara mereka terselesaikan.

“Pokoknya mulai hari ini Go-Jek dilarang membawa penumpang. Kalau ketahuan membawa penumpang, akan dihentikan dan diturunkan,” katanya.

Tak hanya itu, Khusairi juga mengaku tidak menjamin jika terjadi sesuatu di tengah jalan bagi para pengemudi Go-Jek. Pasalnya, para tukang becak di Kota Kediri juga sudah tidak ingin Go-Jek beroperasi lagi.

Sementara itu pihak Pemkot Kediri, melalui Kabag Humas, Apip Permana mengatakan, rencananya hari ini pertemuan antara para tukang becak dengan perwakilan Go-Jek memang akan digelar. Namun karena manajemen Go-Jek masih berada di luar kota, pertemuan akhirnya ditunda.

“Akan diupayakan mempertemukan pihak manajemen Go-Jek dengan perwakilan abang becak secepatnya,” ujarnya.(kur)

Keterangan gambar: Kantor Go-Jek di Jalan Brigjen Katamso yang hendak disegel para tukang becak.(foto: kurniawan)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/251017-kur-kediri-gojek-3-1024x768.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/251017-kur-kediri-gojek-3-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,go-jek,kediri
ADAKITANEWS, Kota Kediri – Mulai hari ini, Rabu (25/10), pengemudi aplikasi Go-Jek dilarang mengangkut penumpang di wilayah Kota Kediri. Jika diketahui masih ada Go-Jek yang masih beroperasi, terpaksa akan dihentikan dan penumpang juga akan diturunkan. Larangan tersebut disampaikan ratusan pengemudi becak usai menggelar aksi demo di kantor Walikota Kediri, dan...