width=

imagesADAKITANEWS, Kediri – Warga sekitar sungai aliran lahar Gunung Kelud diminta waspada saat hujan turun. Pasalnya, aliran lahar dingin ketika hujan deras dimungkinkan masih membawa material dari dalam perut Gunung Kelud.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri menilai cuaca dan hujan deras yang kerap turun menyebabkan material di puncak Gunung Kelud mencair dan turun melalui beberapa sungai lahar. Pihaknya, menetepkan seluruh sungai lahar Gunung Kelud yang ada di Kabupaten Kediri dengan status bahaya lahar dingin.

“Hujan deras akan menimbulkan lahar dingin yang cukup besar yang sangat membahayakan warga sekitar kali lahar. Sebab aliran hujan deras membawa material baik pasir atau batu yang jumlahnya ribuan meter kubik. Kami harap, warga sekitar sungai lahar untuk tetap waspada ketika hujan turun,” jelas Hari Wahyu Kepala BPBD Kabupaten Kediri.
Hari Wahyu mengaku, pihaknya sudah menempatkan sejumlah petugas untuk melakukan patroli di wilayah sungai lahar. Petugas ini akan mengingatkan warga agar tidak mendekati sungai saat hujan turun.

“Kami sudah memberi peringatan kepada warga melalui perangkat desa setempat. Kami harap bantuan warga juga tidak mendekati sungai aliran lahar saat hujan turun,” tandas Hari Wahyu.

Sementara itu, sesuai peta bencana, ada 97 desa di Kabupaten Kediri yang dilalui enam aliran sungai yang berhulu langsung ke Kelud. Di antaranya Kali Konto yang melintasi 14 desa. Sungai Lahar Lestari melewati 13 desa, Sungai Lahar Pulo, yang dibagi cabang utara dan selatan, masing masing melewati 19 desa dan 10 desa. Kemudian Sungai Sumberagung melewati 19 desa, Sungai Lahar Gedog melewati 15 desa dan Sungai Petung Kobong melewati tujuh desa.(Zay)