Muspika bersama Perguruan Silat se Kecamatan Papar adakan Deklarasi Damai

Muspika Kecamatan Papar bersama antar perguruan silat melakukan penandatanganan kesepakatan deklarasi damai

Kediri(adakitanews.com)—Muspika bersama antar perguruan silat se Kecamatan Papar Kabupaten Kediri mengadakan deklarasi damai.

Deklarasi damai itu diadakan di Pendopo Kecamatan Papar, pada Kamis (19/1/2023).

Deklarasi damai antar perguruan silat bertujuan untuk menjaga situasi yang dan kondisi di wilayah Kabupaten Kediri.

Selain itu juga untuk menjalin hubungan silaturahmi antar perguruan silat.

Hadir dalam deklarasi damai itu dari perguruan silat PSHT, PS Kera Sakti dan PS Pagar Nusa.

Deklarasi ini merupakan instruksi dari Bupati Kediri untuk meredam kejadian atau gesekan yang melibatkan beberapa perguruan silat.

Bahkan sampai mengakibatkan kerusakan beberapa fasilitas umum bahkan rumah warga.

Dengan deklarasi damai ini, diharapkan situasi dan kondisi di wilayah Kabupaten Kediri kembali kondusif.

Untuk kegiatan perguruan silat yang ada diharapkan tercipta generasi yang berprestasi didalam olahraga beladiri secara umum.

“Deklarasi ini diharapkan mampu menjadi ajang komunikasi antar perguruan apabila terjadi perbedaan atau persoalan di lapangan, sehingga forum ini mampu memberi solusi yang baik untuk perguruan Silat yang ada.” Jelas Andrea Rangga Primansah S.STP, MM selaku camat Kecamatan Papar.

Deklarasi damai antar perguruan ini, diharapkan akan menciptakan kondisi yang aman dan kondusif di wilayah Kediri Raya khususnya kecamatan Papar, dimana letak geografis kecamatan merupakan wilayah perbatasan antara kabupaten Nganjuk dan Kediri.

Mengingat beberapa kejadian beberapa waktu yang lalu, wilayah kecamatan selalu menjadi lintasan yang selalu dilalui saat beberapa perguruan melakukan Anjang sana. Sehingga pihak keamanan TNI dan Kepolisian selalu hadir didalam pengamanan.

“Kami minta warga perguruan silat bila menemukan kejadian yang memicu ketersinggungan untuk tidak main hakim sendiri, apalagi yang menggerakkan provokasi masa.” Himbauan Kapolsek Papar IPTU Mulyono SH.

Pemicu kesalahpahaman yang sering terjadi yaitu penggunaan atribut yang bersifat provokatif, sehingga dapat menimbulkan ketersinggungan antar perguruan silat.

“Namun situasi yang terjalin di wilayah Kecamatan Papar secara keseluruhan masih dirasa berjalan aman dan kekeluargaan,” Jelas Momon selaku pengurus IKS PI Kera Sakti kecamatan Papar.

Hal senada pun disampaikan oleh pengurus Pagar Nusa wilayah kecamatan Papar, bahkan Juni meminta semua kejadian yang berbau SARA harus ditindaklanjuti secara hukum yang berlaku.(Gar).

Recommended For You