width=

2016-06-06_09.31.50ADAKITANEWS, Kediri – Jokowi Presiden Republik Indonesia menghimbau agar harga daging sapi bisa ditekan hingga Rp 85 ribu per kilogram. Menurut Dinas Peternakan Kabupaten Kediri harga ini mustahil diberlakukan di wilayah Kediri.

“Penekanan harga daging sapi hingga Rp 80 ribu hanya bisa terjadi di ibu kota Jakarta dan kota-kota besar. Harga murah tersebut merupakan daging sapi impor. Sedangkan di Kabupaten Kediri, peternak tidak mungkin menjual sapinya dibawah harga bibit sapi setelah ditambah biaya operasional pemeliharaan,” kata Sri Suparmi Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kediri, Jumat (17/06).

Sri Suparmi menambahkan, masyarakat mengalami kepanikan ketika ada wacana untuk mendatangkan daging impor dari Australia. Wacana ini membuat harga daging sapi hidup di pasaran hanya senilai Rp 42 ribu per kilogram.

“Begitu ada kebijakan impor sapi dan daging impor, terjadi sentimen negatif terhadap daerah. Akibatnya harga sapi hidup ini jatuh. Sebenarnya, kami merasa kasihan kepada para peternak sapi, jika harga sapi turun mereka menjadi rugi,” imbuhnya.

Melihat kondisi semacam ini, Sri Suparmi menghimbau kepada peternak sapi agar tidak menjual sapinya saat kondisi sekarang ini. “Dalam kondisi sekarang ini yang untung adalah para blantik sapi. Tetapi ini sudah menjadi rantai jual-beli di pasar, kami sulit untuk memutusnya. Seperti orang jual-beli sepeda motor, jika lewat blantik pasti memberi ongkos tambah. Sementara apabila ingin cepat membeli di show room harganya juga pasti lebih tinggi,” tambah pungkasnya.

Untuk diketahui, harga daging sapi di Kediri hingga saat ini masih bertengger dikisaran Rp 100 ribu setiap satu kilogramnya.(Zay)

Keterangan Gambar : Pedagang Daging Sapi.(doc.adakitanews)