ADAKITANEWSTertukar-3, Madiun – Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk SMA sederajat di Kabupaten Madiun, Senin (13/4) diwarnai tertukarnya isi naskah dalam amplop. Sisi lain, akibat tertukarnya naskah itu, sebanyak 15 pelajar Madrasah Aliyah (MA) Tri Bhakti di Desa Pagotan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, harus terlantar selama 2 jam.

Penyebab lamanya menunggu kedatangan naskah UN tidak singkronnya koordinasi ditingkat rayon. “Naskah diketahui tertukar, begitu amplop tertulis Bahasa Indonesia untuk Jurusan IPA, ternyata berisikan Sosiologi naskah UN untuk jurusan IPS. Selanjutnya, naskah itu tidak dibagikan, lalu disegel lagi untuk ditukar,” jelas Kepala MA Tri Bhakti Handrias Bawan.

Atas kejadian itu, tambahnya, untuk menunggu kedatangan naskah UN siswa diistirahatkan dalam kelas. Disusul, pihak sekolah bersama petugas Polsek Geger melakukan koordinasi ke rayon setempat, hasilnya disarankan mencaricadangan di MA lain. Lalu, pihak sekolah mencari ke MA Al Hidayah Kecamatan Dagangan, ternyata hanya memiliki sisa naskah UN Bahasa Indonesia sebanyak 5 lembar.

Ia mengatakan atas kekurangan itu dikoordinasikan lagi ke rayon, namun rayon meminta pihak sekolah untun menunggu hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan. Setelah ditunggu beberapa lama, ada jawaban kekurangan naskah UN Bahasa Indonesia di MA Tri Bhakti dapat mengambil dari SMAN 1 Geger masih dalam satu rayon.

“Setelah mendapatkan kepastian, saya dan petugas dari Polsek Geger mengambil naskah UN ke SMAN 1 Geger kebetulan melakukan ujian sistem on line. Sekitar pukul 09.30, naskah tiba, langsung dibagikan kepada anak-anak. Atas kejadian itu, saya hanya bisa kasihan kepada anak-anak harus menunggu sekian lama,” ujar Handrias Bawan lagi.

Akibat lain, sebanyak 15 pelajar jurusan IPA MA Tri Bhakti dilarang meninggalkan kelas, hingga naskah UN pengganti tiba. “Selain itu, waktu ujian ditunda semula jam 07.30-09.30 untuk pelajaran pertama, menjadi 09.30-11.30, begitu pengerjaan UN untuk mata pelajaran jatuh pada jam kedua makin molor lagi atau bertambah siang,” ujarnya lagi.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun Soehardi menyesalkan kelambatan koordiinasi ditingkat rayon. Keterlambatan koordinasi dalam satu rayon, seharusnya tidak perlu terjadi, sebab suda dilakukan sosialisasi secara jelas kepada seluruh jajaran pendidik. Jika seluruh aturan dipahami, lamanya koordinasi tidak akan terjadi, sehingga dapat menggangu jalannya UN.

“Jika aturan pelaksanaan UN dipahami dengan jelas, saya kira hal itu (lamanya koordmiasi) tidak perlu terjadi, Aturan sudah jelas, jika ada satu sekolah kekurangan naskah UN, cukup mencari sekolah lain dalam satu rayon. Tidak harus, ada MA kekurangan naskah UN, mencari di MA juga. Silahkan langsung mencari atau meminta ke sekolah negeri,” ujarnya keheranan. (UK).

Keterangan Gambar : map berisikan naskah Ujian Nasional (UN) tertukar, seharusnya berisikan Bahasa Indonesia untuk jurusan IPA. Namun, isinya naskah UN Sosiologi untuk jurusan IPS, akibat kesalahan itu, peserta UN harus terlantar selama 2 jam.