width=

ADAKITANEWS, Kota Madiun – Luar biasa, adalah kata yang mungkin patut diucapkan untuk mengapresiasi nazar salah satu supporter Persebaya, atau kerap disebut “BONEK” ini. Pasca diakuinya kesebelasan kesayangannya, Persebaya oleh PSSI, ia rela berjalan kaki dari Jakarta menuju Surabaya.

========

Hari itu, Kamis (16/03) sekitar pukul 14.30 WIB, perjalanan pemuda 37 tahun tersebut telah masuk di Kota Madiun. Adalah Renzha, laki-laki yang memiliki alamat asli di Jalan Trunojoyo Desa Kranggan Kabupaten Ngawi, yang melakukan aksi jalan kaki dari Jakarta ke Kota Pahlawan Surabaya.

Kepada Tim Adakitanews.com, Renzha mengatakan jika apa yang dilakukannya tidak untuk gagah-gagahan atau pamer. Melainkan wujud syukur atas diakuinya kembali Persebaya oleh PSSI.

Ditemui saat beristirahat di halaman Stadion Wilis Kota Madiun, Renzha mengatakan ada tujuan lain dalam nazarnya itu. “Suporter sepakbola harus menjauhi miras dan narkoba, Suporter sepakbola di Indonesia wajib bersatu demi NKRI,” jelas Renzha.

Renzha memulai awal perjalananya dari Stadion GBK Jakarta pada tanggal 3 Februari 2017 dengan tujuan akhir Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Seorang diri, setapak demi setapak dia langkahkan kakinya menuju cita-citanya.

Dalam perjalananya dia membawa atribut kesebelasan Persebaya, bendera Merah Putih, serta tas ransel yang berisi perbekalan secukupnya. “Untuk logistik harian saya banyak bantu oleh masyarakat, TNI, Polisi serta komunitas suporter di setiap wilayah yang saya lewati,” urainya.

Dalam nazarnya ini tidak ada target waktu. Yang pasti setiap hari, Renzha akan terus berjalan baik siang maupun malam. Sementara itu meski tanpa memberi kabar pasti di setiap Kota atau Kabupaten yang dilewatinya, selalu banyak komunitas suporter yang menemaninya. Terhadap keamanan diperjalanan, dia menyatakan tidak pernah ada gangguan secara fisik yang diterimanya, malah hal sebaliknya yang dia alami.

Hanya saja dalam perjalanan, yang bersangkutan mengaku pernah jatuh sakit thypus yaitu saat di Kota Karawang dan Semarang. Bahkan saat di Semarang sempat dirawat selama 14 hari. Selain itu selama berjalan sudah mengganti alas kaki sampai lima kali.

“Selepas Magrib saya akan melanjutkan perjalanan, ke arah Caruban dan terus menuju kearah Kota Pahlawan,” ucap Renzha menutup pembicaraan.(bud)

Keterangan gambar : Renzha (paling kanan) bersama rombongan bonek di jalan protokol Kota Madiun.(foto: budiyanto)