ADAKITANEWS, Kota Blitar – Mujiono, 42, warga Jalan Batangsari RT 2/RW 1 Sukorejo Kota Blitar ditangkap lantaran diduga mencabuli PI, 20, warga Nglegok Kabupaten Blitar, di sebuah kebun belimbing Kelurahan Karangsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar.

Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan, peristiwa itu bermula ketika PI membeli nasi goreng di depan SPBU Karangsari. Tak lama kemudian tiba-tiba ia dihampiri Mujiono yang menanyakan alamat. Saat hendak memberi tahukan alamat, Mujiono justru mengatakan kepada korban jika ditubuhnya terdapat aura negatif. Tak hanya itu pelaku juga menyatakan jika ada guna-guna ditubuh korban berupa serbuk besi dan sperma babi, yang harus segera dikeluarkan.

“Pelaku ini merupakan residivis kasus yang sama. Modusnya, dengan membujuk korbannya pelaku menakuti korban jika ditubuhnya ada serbuk karat dan sperma babi,” kata AKP Heri, Selasa (04/04) siang.

Mengetahui hal itu, lanjut AKP Heri, korbanpun ketakutan dan menyetujui perintah pelaku untuk mengeluarkan guna-guna dengan cara bersetubuh.
Selanjutnya korban diajak ke sebuah masjid untuk mengambil air wudhu sebelum melakukan ritual. Setelah itu pelaku dan korban berputar-putar untuk mencari tempat sepi.

Sesampainya di sebuah kebun belimbing yang sepi, pelaku melancarkan aksinya menyetubuhi korban. “Pelaku tidak hanya menyetubuhi korbannya. Namun pelaku membujuk agar barang-barang berharga milik korban harus didoakan atau dipageri di Malang. Karena terlanjur terkecoh dengan bujuk rayu pelaku, korbanpun menyerahkan harta bendanya berupa dua buah cincin dan sebuah handphone kepada pelaku,” jelasnya.

Polisi menangkap Mujiono dengan cara memancing pelaku keluat. “Kita memancing pelaku agar keluar dari persembunyiannya menggunakan teman korban, untuk berpura-pura meminta bantuan mengeluarkan aura negatif,” paparnya.

Akhirnya, kata AKP Heri, Mujiono berhasil ditangkap polisi saat berjanji akan bertemu teman di Jalan Cemara Kota Blitar. “Mujiono yang pernah mendekam 6 tahun di penjara ini kembali diancam melanggar pasal 378 dan atau 372 Jo 293 KUHP dengan hukuman maksimal 15 tahun,” jelasnya.(blt2)

Keterangan gambar: Pelaku saat digelandang di Mapolres Blitar Kota.(foto : fathan)