ADAKITANEWSIMG_20150401_121934IMG_20150401_122044, Kota Kediri – Carrefour ternacam tidak bisa beroperasi di Kota Kediri. Pasalnya, hingga kini pihak Pemkot menyatakan tidak akan memberikan ijin pada salah supermarket berkelas Internasional ini. Bahkan piha Pemkot menyatakan akan menutup paksa jika swalayan itu nekat beroperasi.

Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Kota Kediri, Triono Kutut, menyatakan, pemerintah kota kediri tidak akan memberikan izin operasi kepada pihak Cupermarket Carrefour. “yang jelas pak Wali (Walikota Kediri Aldullah Abubakar – red) Tidak memberikan izin” tegasnya.

Jika tetap ngotot beroperasi di kota kediri, ia menegaskan, maka tempat tersebut akan dilakukan penutupan paksa alias penyegelan. “ ya kita segel” tandasnya sembari menyatakan bahwa Walikota kediri, Abudullah Abu Bakar, tidak menghendaki keberadaan pasar modern di kota kediri.

Informai yang berhasil di himpun adakitanews.com, meski Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, tidak menghendaki sekaligus memberikan izin, namun tampaknya Supermarket Carrefour “ngotot” ingin beroperasi  di wilayah kota kediri. Bahkan, lokasi yang akan ditempati pengusaha kelompok supermarket internasional itu pun sudah dilakukan proses  penataan.

Supermarket Carrefour rencananya bertempat di lantai 1 (satu) Kediri Mall  atau lebih dikenal dengan sebutan Pasaraya Sriratu Kediri.   Di lantai tersebut terdapat sejumlah pekerja Carrefour sibuk melakukan penataan tempat.

Stor Manager Kediri Mall, Irwan Hardiyanto, yang dikonfirmasi hal tersebut tak mengelak. Ia mengatakan yang diketahuinya saat ini masih dalam proses renegosiasi antara Managent Kediri mall dengan pihak Carrefour.

“Kepastianya bagaimna saya belum tahu, karena saya di sini hanya sebagai pelaksana. Tapi yang jelas ada wacananya (Carrefour –red)  akan menyewa di di sini katanya, lebih lanjut.

Ia pun mengakui, jika Pihak Carrefour, sejak Maret 2015 sudah intens melakukan proses pembangunan atau penataan tempat yang akan ditempati. Namun dirinya tidak mengetahui secara pasti sejauh mana negoesasi itu dilakukan.

“Tapi kalau mengenai teknis detailnya kami tidak tahu. Yang mengetahui pasti itu adalah pihak pusat. Karena negosiasinya pusat degang pusat.”  jelasnya.

Dikonfirmasi terkait perijinan, Irwan menjawab pihaknya kembali mengaskan bahwa yang mempunyai kewenangan itu adalah atasanya. “Disini itu cabangnya, dan tugasnya hanya pengoperasionalan saja. Jadi mengenai hal yang bersifat teknis seperti  itu kita tidak mengetahui sama sekeli” pungkasnya. (Zay).

Ketrangan Gambar : proses persiapan stan Carrefour di lantai 1 swalayan Sri Ratu Kediri.