ADAKITANEWS, Blitar – Daerah rawan bencana banjir di Kabupaten Blitar salah satunya berada di Kecamatan Sutojayan. Hal ini dikarenakan adanya 2 sungai yang meluap saat terjadi hujan deras, yakni Sungai Kedut Unut dan Bogel, sehingga tiap tahun daerah sekitarnya rawan dengan banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Harpiyanto Nugroho mengatakan, pengerukan serta pembangunan plengsengan atau normalisasi Sungai Kedut Unut dan Bogel di Kecamatan Sutojayan dipastikan akan mulai dilakukan pada awal bulan Maret 2018 mendatang. Ia mengaku, sebelumnya pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan beberapa pihak terkait.

“Dalam melakukan normalisasi sungai ini kita sudah melakukan koordinasi dengan Bupati Blitar, pihak dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jatim untuk membahas persoalan ini,” kata Harpi, Jumat (02/02).

Lebih lanjut Harpi menjelaskan, saat ini pihaknya juga masih akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang rencana normalisasi ini, baru kemudian setelah sosialisasi selesai dilakukan maka pihak konsultan dan rekanan akan melakukan pengukuran di lokasi untuk menentukan desain normalisasi.

“Seluruh proses ini akan memakan waktu satu bulan atau tepatnya Februari ini. Sehingga peletakan batu pertama yang menandai proses normalisasi baru bisa dilakukan pada bulan Maret 2018 nanti,” jelasnya.

Harpiyanto menambahkan, tujuan dilakukan normalisasi ini tak lain untuk mengatasi banjir di Kelurahan/Kecamatan Sutojayan. Menurutnya anggaran sepenuhnya berasal dari APBN. “Untuk leading sektor normalisasi sungai di Sutojayan ini adalah dari BBWS Jatim,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Kondisi sungai di Sutojayan saat banjir.(ist)